logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup

Menanti Wajah Baru Rumah Ibu Tuni, DPRKPLH Jember Tinjau Hunian Tak Layak di Gumukmas

  • 12 Maret 2026
  • Dibaca 149 Kali
Bagikan Via:
menanti-wajah-baru-rumah-ibu-tuni-dprkplh-jember-tinjau-hunian-tak-layak-di-gumukmas-20260316

Menanti Wajah Baru Rumah Ibu Tuni, DPRKPLH Jember Tinjau Hunian Tak Layak di Gumukmas

JEMBER, 14 MARET 2026 - Di bawah ancaman atap yang nyaris runtuh dan lantai plesteran yang pecah-pecah, harapan Ibu Tuni untuk memiliki hunian layak akhirnya menemukan titik terang.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) mulai turun tangan melakukan verifikasi lapangan demi menuntaskan persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Muneng, Kecamatan Gumukmas.

Tim Rehabilitasi Perumahan dan Lingkungan Hunian (RPLH) DPRKPLH Jember mendatangi langsung kediaman Ibu Tuni, beberapa waktu lalu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Pemkab Jember dalam memangkas angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut melalui intervensi perbaikan rumah.

Perwakilan tim survei RPLH DPRKPLH Jember, Mahmud, menegaskan bahwa pengecekan fisik secara langsung menjadi kunci untuk menentukan skala prioritas bantuan agar tepat sasaran.

"Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan data yang diajukan sesuai dengan kondisi riil. Berdasarkan hasil survei di kediaman Ibu Tuni, ditemukan kondisi bangunan yang memang memerlukan intervensi segera agar menjadi hunian yang sehat dan layak bagi penghuninya," ujar Mahmud, Sabtu 14 Maret 2026.

Dalam peninjauan tersebut, tim menemukan fakta lapangan yang mendesak. Struktur atap rumah Ibu Tuni tercatat mengalami kerusakan parah yang berisiko ambruk saat cuaca ekstrem melanda. Tak hanya atap, kusen, pintu, hingga jendela hunian dilaporkan telah lapuk dimakan usia.

Tak berhenti di situ, lantai hunian yang masih berupa plesteran pecah-pecah juga menjadi sorotan tajam tim teknis. Kondisi ini dinilai jauh dari standar rumah sehat yang dicanangkan pemerintah.

"Hasil survei ini akan menjadi dasar teknis kami dalam menentukan volume kerusakan dan kebutuhan material. Fokus utama kami adalah mengubah hunian ini menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan layak huni," tegas Mahmud.

Saat ini, hasil survei lapangan tersebut tengah memasuki tahap rekapitulasi untuk menentukan alokasi anggaran dan jadwal pengerjaan. Program bedah rumah ini diharapkan mampu mendongkrak standar hidup masyarakat di Desa Muneng, sekaligus memastikan warga memiliki tempat bernaung yang aman dari ancaman bencana struktur bangunan. (fag)

Galeri Foto