logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Mangli

Menghargai Ketulusan dalam Sunyi: Langkah Kelurahan Mangli Perbarui Data Pejuang Keagamaan

  • 10 Februari 2026
  • Dibaca 234 Kali
Bagikan Via:
menghargai-ketulusan-dalam-sunyi-langkah-kelurahan-mangli-perbarui-data-pejuang-keagamaan-20260210

Menghargai Ketulusan dalam Sunyi: Langkah Kelurahan Mangli Perbarui Data Pejuang Keagamaan

PPID.JEMBER — Jumat siang, 6 Februari 2026, suasana di Ruang Rapat Kelurahan Mangli tampak berbeda dari biasanya. Tepat pukul 13.00 WIB, ketika sinar matahari masih terasa hangat di luar, di dalam ruangan telah berkumpul para penggerak wilayah. Pertemuan ini bukan sekadar urusan administratif biasa, melainkan sebuah bentuk perhatian mendalam terhadap mereka yang selama ini bekerja dalam sunyi demi tegaknya nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat: para Guru Ngaji, Modin, Marbot, hingga Ketua Kelompok Pengajian.

Agenda besar siang itu adalah Musyawarah Kelurahan yang memfokuskan diri pada pembahasan pendapatan serta pendataan ulang para pejuang keagamaan tersebut. Lurah Mangli, M. Musthabiq Dzikril Malik, memimpin langsung jalannya diskusi. Beliau didampingi oleh jajaran struktural kelurahan, mulai dari Sekretaris Kelurahan Ery Prasetya, Kasi Pelayanan Umum dan Pemerintahan Arik Purwanto, hingga Kasi PMKS Sri Astutik. Tak ketinggalan, para Koordinator Lingkungan dan Ketua RW se-Kelurahan Mangli turut hadir sebagai ujung tombak validasi data di lapangan.

Dalam pembukaannya, Lurah Musthabiq menekankan bahwa pendataan ulang ini bukan sekadar rutinitas pengisian formulir. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa apresiasi atau pendapatan yang diberikan oleh pemerintah benar-benar sampai kepada tangan yang tepat.

Proses pembaruan (update) data ini menjadi krusial karena dinamika di lapangan yang terus berubah. Ada yang mungkin baru memulai pengabdiannya, atau ada pula perubahan domisili. Oleh karena itu, kehadiran para Ketua RW dan Koordinator Lingkungan menjadi sangat vital. Mereka adalah pihak yang paling memahami siapa saja sosok yang aktif berkontribusi di lingkungan masing-masing.

Diskusi kemudian berlanjut pada pembahasan teknis pengumpulan data yang dipandu oleh Kasi Pelayanan Umum, Arik Purwanto, dan Sekretaris Kelurahan, Ery Prasetya. Fokus utamanya adalah bagaimana mekanisme pengumpulan berkas agar berjalan efektif tanpa membebani para penerima manfaat. Dalam musyawarah tersebut, disepakati alur koordinasi yang lebih ringkas agar proses verifikasi di tingkat kelurahan bisa berjalan cepat sebelum diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.

Sri Astutik selaku Kasi PMKS juga memberikan arahan mengenai kriteria dan kelengkapan administrasi yang diperlukan. Beliau mengingatkan bahwa akurasi data, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan bukti keaktifan kegiatan, adalah kunci utama agar sistem anggaran tidak mengalami kendala di kemudian hari.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat tersebut menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara birokrasi kelurahan dan tokoh masyarakat. Para Ketua RW tampak antusias memberikan masukan mengenai kendala-kendala yang sempat ditemui di lapangan pada periode sebelumnya. Dialog dua arah ini menciptakan solusi bersama agar pendataan tahun 2026 ini menjadi yang paling akurat dan transparan.

Lurah Mangli juga menyampaikan bahwa pembaruan data ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan tata kelola layanan publik. Dengan data yang valid, perencanaan kebijakan terkait kesejahteraan guru ngaji dan perangkat keagamaan lainnya dapat diusulkan dengan dasar yang kuat. Beliau juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga amanah ini dengan penuh tanggung jawab.

Musyawarah diakhiri dengan kesepakatan jadwal pengumpulan data kolektif yang akan dikoordinasikan oleh para Ketua RW. Suasana rapat yang serius namun tetap cair itu ditutup dengan harapan besar bahwa langkah kecil di ruang rapat hari ini akan membawa dampak besar bagi kesejahteraan para guru ngaji, modin, marbot, dan ketua kelompok pengajian di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Kelurahan Mangli kembali membuktikan bahwa kemajuan sebuah wilayah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya saja, tetapi juga dari seberapa besar perhatian yang diberikan kepada mereka yang merawat jiwa dan moral masyarakat. Dengan data yang diperbarui, Mangli siap melangkah menuju pelayanan yang lebih adil dan merata bagi seluruh lapisan pengabdi masyarakat.

Galeri Foto