Monitoring Lumbung Pangan Masyarakat di Jember, Sejumlah LPM Masih Butuh Optimalisasi Sarana Pendukung
- 19 Mei 2026
- Dibaca 73 Kali
Bagikan Via:
Monitoring Lumbung Pangan Masyarakat di Jember, Sejumlah LPM Masih Butuh Optimalisasi Sarana Pendukung
JEMBER, 19 MEI 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember melakukan monitoring terhadap kondisi dan pemanfaatan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di sejumlah wilayah Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi terbaru terkait keberlangsungan operasional serta pemanfaatan fasilitas lumbung pangan oleh kelompok tani.
Kegiatan monitoring dilaksanakan pada Selasa, pekan lalu, oleh tim pelaksana yang terdiri dari drh. Welas Wahyu W, Crysse Zuliana, Vika Nurluthfiyani N, Sugeng Tri Mulyono, dan Ragil Puspitasari.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kabupaten Jember, drh. Welas Wahyu W, menyampaikan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan keberadaan Lumbung Pangan Masyarakat tetap berfungsi dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat desa.
“Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini Lumbung Pangan Masyarakat, baik dari sisi pemanfaatan bangunan, keaktifan kelompok, maupun sarana pendukung yang dimiliki sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan program ke depan,” ujar drh. Welas Wahyu W, dalam keterangan yang diterima Selasa, 19 Mei 2026.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa beberapa LPM masih aktif dan berfungsi dengan baik, sementara sebagian lainnya memerlukan dukungan sarana tambahan agar pemanfaatannya lebih optimal.
Salah satu LPM yang dinilai berkembang adalah LPM Dewi Sri di Desa Balunglor, Kecamatan Balung. Lumbung pangan yang didirikan pada tahun 2021 melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut masih aktif beroperasi dan memiliki delapan anggota kelompok tani.
“LPM Dewi Sri memiliki fasilitas pendukung yang cukup lengkap seperti lantai jemur, kapasitas penyimpanan mencapai 150 hingga 200 ton, serta kapasitas penggilingan sebesar 50 kilogram per jam sehingga pemanfaatannya relatif optimal,” jelasnya.
Sementara itu, LPM Wisma Tani di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, yang dibangun pada tahun 2015 melalui pendanaan APBD I, juga masih aktif digunakan. Namun, pemanfaatannya dinilai belum maksimal karena belum tersedia sarana pendukung seperti lantai jemur dan mesin penggilingan.
“Bangunan lumbung masih aktif digunakan dengan jumlah anggota kelompok mencapai 500 orang. Selain untuk penyimpanan gabah, lumbung juga dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan pupuk,” tambahnya.
Kondisi serupa juga ditemukan di LPM Tani Mulyo di Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong. Lumbung pangan yang dibangun pada tahun 2015 melalui dana APBD I tersebut masih aktif, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan sarana pendukung.
“LPM Tani Mulyo memiliki 126 anggota kelompok. Selain digunakan untuk penyimpanan gabah, bangunan lumbung juga dimanfaatkan untuk penyimpanan pupuk, peralatan pertanian, hingga gudang barang pribadi,” lanjut drh. Welas Wahyu W.
Pihaknya berharap hasil monitoring ini dapat menjadi dasar dalam penguatan sarana dan prasarana Lumbung Pangan Masyarakat agar keberadaan lumbung benar-benar mampu menunjang ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Jember. (ran)