logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

Muspika Sumbersari Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

  • 09 April 2026
  • Dibaca 295 Kali
Bagikan Via:
muspika-sumbersari-perkuat-pengawasan-program-makan-bergizi-gratis-20260409

Muspika Sumbersari Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

JEMBER, 09 APRIL 2026 – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional tersebut. Rapat yang dipimpin langsung Camat Sumbersari sekaligus Ketua Satgas MBG Kecamatan Sumbersari, Deni Hadiatullah, menjadikan keluhan warga sebagai bahan utama perbaikan tata kelola di lapangan.

Rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Sumbersari, Kamis, 09 April 2026, melibatkan unsur Muspika kecamatan, para lurah, perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), puskesmas, serta tenaga ahli gizi. Camat Sumbersari Deni Hadiatullah, S.IP, MM menegaskan bahwa program MBG yang menjadi amanah nasional harus dijaga kualitasnya di tingkat kecamatan.

“Kami mendapat amanah sebagai satgas di tingkat kecamatan. Maka perlu ada evaluasi terhadap SOP dan dinamika di dapur MBG,” ujar Deni.

Menurutnya, hingga saat ini tercatat puluhan aduan masyarakat, terutama terkait menu makanan yang disajikan. Meski tanggung jawab teknis perencanaan dan distribusi berada pada masing-masing SPPG, keluhan tersebut kerap bermuara ke pemerintah wilayah. Hal ini mendorong perlunya penguatan sinergi dan komunikasi antarpihak.

“Dalam kanal pengaduan Wadul Guse, yang sering disorot justru pemangku wilayah. Padahal kami tidak bisa mengawasi secara terus-menerus. Karena itu, perlu sinergi dan komunikasi yang kuat,” katanya.

Deni menambahkan bahwa forum Satgas MBG yang melibatkan unsur Muspika memiliki kewenangan pengawasan lebih kuat. Pihaknya siap memberikan rekomendasi tegas, termasuk suspend hingga penutupan dapur SPPG jika ditemukan pelanggaran berat.

Saat ini, baru 14 dapur SPPG yang beroperasi dari target 20 dapur di wilayah Sumbersari. Distribusi penerima manfaat pun masih belum merata. Deni meminta agar kuota pada SPPG yang kelebihan dikurangi untuk pemerataan. Setiap koordinator SPPG diminta menyerahkan data lengkap penerima manfaat dan lembaga pendidikan sebagai dasar penataan ulang.

“SPPG yang kuotanya besar kemungkinan akan dikurangi agar bisa merata. Karena saat ini jumlah penerima antar dapur masih berbeda,” jelasnya.

Kapolsek Sumbersari Kompol Heri Supadmo, SH yang turut hadir dalam rapat menekankan pentingnya menjadikan evaluasi sebagai pembelajaran. Puluhan komplain, menurutnya, bukan alasan untuk berkecil hati, melainkan momentum perbaikan.

“Puluhan komplain jangan membuat kita kecil hati. Justru ini jadi bahan evaluasi agar ke depan lebih baik,” ujar Heri.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga profesionalisme, mulai dari tenaga ahli gizi, juru masak, hingga petugas distribusi. Aspek kebersihan dan mutu makanan harus menjadi prioritas utama agar sesuai standar gizi.

“Yang penting menu yang disajikan higienis dan sesuai standar. Setiap orang harus tahu perannya masing-masing,” tegasnya.

Heri Supadmo menambahkan agar semua pihak bijak menggunakan media sosial. Citra program MBG bisa rusak jika muncul konten yang tidak mencerminkan profesionalitas.

“Kalau mau viral, tunjukkan yang baik. Jangan sampai ada hal-hal yang tidak pantas justru mencoreng program ini,” katanya.

Sementara itu, Danramil Sumbersari secara tegas mengingatkan para Kepala SPPG untuk terus berkoordinasi dengan mitra kerja di tingkat kecamatan, yaitu Camat, Kapolsek, dan Danramil.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah konkret Muspika Sumbersari dalam mendukung keberhasilan program MBG. Di tengah ekspektasi tinggi masyarakat, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penerima, melainkan juga kualitas layanan dan transparansi pengelolaan. Evaluasi berkala diharapkan dapat meminimalkan keluhan sekaligus memastikan distribusi yang lebih adil dan merata di wilayah Kecamatan Sumbersari. (dan)

Galeri Foto