Optimalkan Pengelolaan Sistem Irigasi untuk Pertanian, Komisi Irigasi Kabupaten Jember Gelar Sidang Pleno I di FISIP UNEJ
- 02 Oktober 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Optimalkan Pengelolaan Sistem Irigasi untuk Pertanian, Komisi Irigasi Kabupaten Jember Gelar Sidang Pleno I di FISIP UNEJ
JEMBER, 2 SEPTEMBER 2026 – Dalam upaya memperkuat koordinasi, sinkronisasi, kolaborasi mengenai pengelolaan sistem irigasi dan perumusan pola tanam yang presisi bagi sektor pertanian daerah, Komisi Irigasi Kabupaten Jember menyelenggarakan agenda penting Sidang Pleno I Tahun 2026 pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan strategis yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini bertempat di Ruang Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember.
Sidang Pleno I ini dihadiri langsung oleh Pengurus Komisi Irigasi Kabupaten Jember Periode 2025–2028 dan instansi lainnya yang terdiri atas unsur jajaran OPD Pemkab Jember (Bapperida, Dinas PUPR, DTPHP, DKP3, DRPKPLH, dan DPMD), akademisi FISIP UNEJ, BMKG Stasiun Klimatologi Malang, UPT PSDA Wilayah Sungai Bondoyudo Baru, BUMD, hingga perwakilan puluhan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) dan perkebunan di Jember.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Wakil Dekan 1 FISIP UNEJ, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Bapperida Kabupaten Jember selaku Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Jember, yang sekaligus secara resmi membuka jalannya kegiatan Sidang Pleno I. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi akademis terkait penguatan kelembagaan Komir Kabupaten Jember oleh Dr. Selfi Budi Helpiastuti, S.Sos., M.Si., kemudian dilanjut paparan prakiraan cuaca dan iklim oleh Maksum Purwanto, S.Si., dari BMKG Stasiun Klimatologi Malang dan sesi terakhir yaitu diisi dengan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Rencana Tata Tanam Global Kabupaten Jember Musim Tanam 2026–2027, yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis bagi pembagian alokasi air irigasi pertanian dan perikanan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bapperida Kabupaten Jember sekaligus Ketua Komisi Irigasi Jember, Arief Tyahyono, S.E., menggarisbawahi pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan irigasi.
"Pengelolaan irigasi yang efektif tidak bisa berjalan sepihak, melainkan butuh kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, dan kelompok pemakai air. Lewat forum Sidang Pleno I ini, kita memperkuat komunikasi antara OPD teknis dan para ketua GHIPPA se-Kabupaten Jember agar pengelolaan irigasi mengenai pembagian alokasi air irigasi berjalan adil, presisi, dan meminimalkan potensi konflik sehingga target produksi pangan 1 juta ton di Kabupaten Jember Tahun 2026 dapat tercapai," tegas Arief Tyahyono, S.E.
Hasil rekomendasi dari Sidang Pleno I ini selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Komisi Irigasi Kabupaten Jember mengenai pengelolaan sistem irigasi di Kabupaten Jember mengenai operasional pembagian air dan penyusunan jadwal tanam petani di Kabupaten Jember. (tqr)