logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Pakusari

Optimalkan Pengolahan Sampah, Kecamatan Pakusari Pelopori Pembuatan Kompos Mandiri

  • 18 April 2026
  • Dibaca 161 Kali
Bagikan Via:
optimalkan-pengolahan-sampah-kecamatan-pakusari-pelopori-pembuatan-kompos-mandiri-20260420

Optimalkan Pengolahan Sampah, Kecamatan Pakusari Pelopori Pembuatan Kompos Mandiri

JEMBER, 18 APRIL 2026 - Segenap jajaran pegawai dan staf di lingkungan Pemerintah Kecamatan Pakusari menggelar aksi korve atau kerja bakti massal yang difokuskan pada pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Kegiatan yang bertujuan untuk menekan volume sampah rumah tangga ini menjadi lebih istimewa karena melibatkan partisipasi aktif dari para siswa prakerin yang sedang bertugas di kantor kecamatan, yakni dari SMK IBU dan SMK Al Badri.

Camat Pakusari, Rifendi Wahjuwibakti, mengomandoi secara langsung jalannya aksi tersebut dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan dan staf di lapangan. Berbeda dengan korvei rutin biasanya yang hanya berfokus pada pembersihan drainase atau pemangkasan rumput liar, kali ini seluruh peserta, termasuk para siswa SMK, dibekali pengetahuan teknis mengenai pemilahan sampah yang lebih mendalam.

Sampah daun kering dan sisa organik dari seluruh area perkantoran dikumpulkan secara sistematis untuk kemudian diproses ke dalam instalasi komposter yang telah disiapkan di area belakang kantor kecamatan sebagai titik percontohan utama.

Dalam arahannya di sela-sela kegiatan, Rifendi Wahjuwibakti menekankan bahwa wilayahnya memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian organik yang berkelanjutan. Dengan melibatkan siswa dari SMK IBU dan SMK Al Badri, diharapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan ini dapat tertanam sejak dini pada generasi muda. Kemandirian dalam memproduksi pupuk kompos menjadi urgensi yang harus segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat luas guna menghadapi fluktuasi harga pupuk kimia.

"Kami ingin memberikan teladan melalui aksi nyata di lapangan. Jika segenap jajaran pegawai dan staf di lingkungan Pemerintah Kecamatan Pakusari serta para siswa sekolah sudah terbiasa mengolah limbah menjadi kompos, maka proses transfer ilmu ke masyarakat akan jauh lebih efektif. Kami ingin Kantor Kecamatan menjadi pusat percontohan zero waste bagi warga sekitar," tegas Rifendi, saat memantau pengisian media komposter.

Proses pengolahan kompos ini menggunakan metode dekomposisi terkontrol yang ramah lingkungan. Sampah organik yang telah dicacah kemudian dicampur dengan cairan bio-aktivator untuk mempercepat proses pembusukan alami secara higienis. Para siswa dari SMK IBU dan SMK Al Badri turut membantu teknis pengaturan kelembapan dan suhu tumpukan sampah agar menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang kaya akan unsur hara esensial bagi tanaman.

Hasil dari produksi kompos mandiri ini nantinya akan digunakan untuk memupuk taman-taman di lingkungan kantor serta didistribusikan kepada kelompok tani sebagai stimulan untuk beralih ke praktik pertanian organik. Selain mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), inisiatif ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas struktur tanah di lahan pertanian wilayah Pakusari. Aksi korvei bertema pengomposan ini akan dijadikan agenda berkelanjutan setiap pekan demi menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan mandiri. (zal)

Galeri Foto