logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Penanganan Stunting di Sukorambi Diperkuat, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Tekan Angka Kasus

  • 24 April 2026
  • Dibaca 163 Kali
Bagikan Via:
penanganan-stunting-di-sukorambi-diperkuat-sinergi-lintas-sektor-jadi-kunci-tekan-angka-kasus-20260425

Penanganan Stunting di Sukorambi Diperkuat, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Tekan Angka Kasus

JEMBER, 24 APRIL 2026 – Upaya penanganan stunting di Kecamatan Sukorambi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. menjadi ujung tombak dalam mengoordinasikan program percepatan penurunan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

Permasalahan stunting hingga kini masih menjadi perhatian serius karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat secara luas.

Kepala UPTD Puskesmas Sukorambi, dr. Sri Isna Amelia menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, namun memerluka pendekatan sinergi dan kolaboratif (multidisiplin) yang melibatkan Pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat untuk hasil yang maksimal.

“Penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak. Tidak hanya tenaga kesehatan, tetapi juga peran aktif masyarakat dalam memperhatikan asupan gizi, pola asuh, serta kondisi lingkungan,” ujarnya.

Berbagai upaya telah dilakukan dalam menekan angka stunting di wilayah Sukorambi. Di antaranya melalui peningkatan pelayanan posyandu, pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin, pemberian edukasi gizi kepada ibu hamil dan keluarga, serta intervensi spesifik bagi anak yang terindikasi stunting. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Keterlibatan lintas sektor seperti Muspika, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan sekolah menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ini. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan setiap permasalahan yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditangani secara bersama.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang, pola hidup bersih dan sehat, serta sanitasi lingkungan. Hal ini menjadi fokus perhatian dalam setiap kegiatan edukasi dan pendampingan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Untuk itu, edukasi berkelanjutan terus digencarkan guna meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki risiko stunting. Pendekatan persuasif dan pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting agar perubahan perilaku dapat terjadi secara bertahap dan berkelanjutan.

Melalui penguatan koordinasi dan komitmen bersama, optimistis angka stunting di Kecamatan Sukorambi dapat ditekan secara signifikan. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas, sekaligus mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Jember secara menyeluruh. (fam)

Galeri Foto