logo ppid jember kim
Oleh : Bagian Organisasi

Pendopo, Doa, dan Rakyat: Cerita HUT ke-97 Jember dalam Satu Pagi Kebersamaan

  • 02 Januari 2026
  • Dibaca 740 Kali
Bagikan Via:
pendopo-doa-dan-rakyat-cerita-hut-ke-97-jember-dalam-satu-pagi-kebersamaan-20260102

Pendopo, Doa, dan Rakyat: Cerita HUT ke-97 Jember dalam Satu Pagi Kebersamaan

PPID.ID - Pagi itu, Jumat (2/1/2026), Pendopo Wahyawibawagraha tidak hanya berdiri sebagai bangunan bersejarah. Ia menjelma menjadi ruang cerita. Ruang di mana perjalanan panjang Kabupaten Jember diperingati bukan dengan kemegahan semata, melainkan dengan kebersamaan, doa, dan kehadiran rakyatnya.

Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, suasana pendopo telah terasa berbeda. Derap langkah para pejabat dengan pakaian dinas PSL fulldress berpadu dengan ketenangan pagi. Di hari jadi ke-97 Kabupaten Jember ini, pemerintah daerah mengawali rangkaian peringatan dengan agenda pelantikan dan pengukuhan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta Administrator. Prosesi berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh Bupati Jember, sebagai simbol peneguhan amanah untuk melayani masyarakat dengan lebih baik.
Namun, HUT ke-97 Jember pagi itu tidak berhenti pada urusan birokrasi. Menjelang pukul 09.00 WIB, cerita di pendopo mulai bergeser. Di antara barisan kursi dan tiang-tiang pendopo, hadir wajah-wajah yang sehari-hari menghidupkan sudut-sudut kota: para pengemudi ojek online dan pedagang kaki lima di sekitar alun-alun Jember.
Pendopo yang biasanya akrab dengan rapat resmi dan keputusan penting, pagi itu membuka dirinya lebih lebar. Tidak ada sekat antara pemerintah dan rakyat. Yang ada hanyalah satu ruang, satu momen, dan satu perayaan ulang tahun daerah yang dicintai bersama.
Suasana semakin hangat ketika rangkaian acara dilanjutkan dengan ceramah dan doa bersama. Di momen inilah HUT ke-97 Jember menemukan maknanya. Doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Jember, dari masa ke masa, hingga hari ini. Harapan pun mengalir—agar Jember terus tumbuh menjadi daerah yang aman, sejahtera, dan berkeadilan, serta dipimpin oleh aparatur yang amanah dan dekat dengan rakyat.
Di tengah suasana penuh kekhusyukan dan kekeluargaan itu, Bupati Jember membagikan kupon bazar kepada para pengemudi ojek online dan pedagang kaki lima. Kupon tersebut dapat ditukarkan dengan paket sembako dan makanan yang telah disiapkan. Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya selembar kupon. Namun bagi para penerima, ia menjadi tanda perhatian, pengakuan, dan keberpihakan.
Senyum pun merekah. Obrolan ringan terdengar di sudut-sudut pendopo. Hari itu, para ojol dan PKL tidak berdiri di luar pagar kekuasaan. Mereka berada di dalam cerita—menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Jember ke-97.
Dalam sambutannya, Bupati Jember menyampaikan bahwa ulang tahun daerah bukan sekadar penanda usia. Ia adalah momentum untuk merefleksikan arah pembangunan dan memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat. Jember, menurutnya, hanya bisa maju jika dibangun bersama, dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
Pagi pun beranjak siang. Pendopo kembali menjadi saksi sunyi. Namun cerita yang lahir di dalamnya pagi itu akan tinggal lebih lama. Tentang sebuah peringatan hari jadi yang dirayakan dengan doa, kebersamaan, dan keberanian untuk mendekatkan pemerintah kepada rakyatnya.
Di usia ke-97 ini, Kabupaten Jember tidak hanya merayakan perjalanan waktu, tetapi juga meneguhkan harapan—bahwa masa depan daerah akan terus tumbuh dari nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat melayani.

Galeri Foto