Peresmian Poskestren Assunniyah Al Jauhari, Perkuat Kemandirian Kesehatan Santri
- 11 Juni 2026
- Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
Peresmian Poskestren Assunniyah Al Jauhari, Perkuat Kemandirian Kesehatan Santri
JEMBER, 11 JUNI 2026 – Upaya meningkatkan layanan kesehatan di lingkungan pesantren terus diperkuat melalui peresmian Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Assunniyah Al Jauhari yang dirangkai dengan Musyawarah Masyarakat Pesantren di Pondok Pesantren Assunniyah Al Jauhari, Kecamatan Kencong, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dihadiri Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Kencong, Moh. Harsono, S.AP., M.M., mewakili Camat Kencong, jajaran Puskesmas Kencong, pengurus pondok pesantren, serta para santri.
Dalam sambutannya, Moh. Harsono menyampaikan apresiasi kepada pengasuh dan jajaran pengurus Pondok Pesantren Assunniyah Al Jauhari serta Puskesmas Kencong yang telah berkolaborasi mewujudkan Poskestren sebagai sarana pelayanan kesehatan bagi para santri.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengasuh pondok, pengurus, serta Puskesmas Kencong yang telah berkolaborasi sehingga Poskestren ini dapat berdiri dan memberikan manfaat bagi para santri,” ujarnya.
Alumni Pondok Pesantren Al Inaroh Jenggawah itu juga menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Jember. Melalui program Universal Health Coverage (UHC), masyarakat termasuk para santri dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah.
“Kesehatan merupakan salah satu prioritas Gus Bupati Jember melalui program UHC. Para santri dapat memanfaatkan layanan kesehatan apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut setelah mendapatkan pemeriksaan di Poskestren,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kencong menjelaskan bahwa pembukaan kembali Poskestren Assunniyah Al Jauhari merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan pesantren. Keberadaan Poskestren tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan yang melibatkan santri secara aktif.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk memberdayakan santri agar mampu melakukan penanganan awal terhadap masalah kesehatan ringan, meningkatkan kesadaran pencegahan penyakit, serta menjadi pelopor Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan pondok maupun masyarakat sekitar.
“Poskestren diharapkan mampu melahirkan santri-santri yang peduli kesehatan, memiliki kemampuan penanganan dasar, serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang sehat,” ungkapnya.
Untuk mendukung keberlangsungan program tersebut, Puskesmas Kencong akan terus memperkuat sinergi dengan pihak pesantren melalui komunikasi, pendampingan, dan pembinaan secara berkala. Langkah ini dilakukan agar sistem pemantauan kesehatan di lingkungan pondok dapat berjalan lebih efektif dan responsif terhadap berbagai persoalan kesehatan yang muncul.
Dalam pembinaannya, para santri akan mendapatkan berbagai pelatihan kesehatan, mulai dari Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk teknik resusitasi jantung paru atau pijat jantung sebagai tindakan awal pada kondisi darurat, hingga edukasi deteksi dini penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC).
Melalui pelatihan tersebut, santri diharapkan mampu mengenali gejala penyakit sejak dini dan segera melaporkannya kepada petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Selain peresmian Poskestren, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi kesehatan oleh Tim Puskesmas Kencong dan Musyawarah Masyarakat Pesantren yang membahas berbagai isu kesehatan di lingkungan pondok, termasuk pengelolaan kebersihan, sampah, dan limbah.
Moh. Harsono yang akrab disapa Pakde Nono menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengelola pondok terkait penanganan sampah dan limbah demi menciptakan lingkungan pesantren yang lebih sehat.
“InsyaAllah Poskestren ini sangat bermanfaat bagi para santri. Selain itu, terkait penanganan sampah dan limbah juga sudah kami komunikasikan dengan pihak pondok agar lingkungan pesantren semakin sehat dan nyaman,” pungkasnya.
Kepala Puskesmas Kencong berharap Poskestren Assunniyah Al Jauhari dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi pesantren lainnya dalam membangun sistem kesehatan berbasis komunitas. Dengan dukungan seluruh pihak, Poskestren diharapkan mampu menciptakan lingkungan pesantren yang sehat, mandiri, dan tanggap terhadap berbagai persoalan kesehatan.