logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup

PKS Paparkan Konsep Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir di DPRKPLH Jember, Dorong Implementasi SE Bupati

  • 03 Juni 2026
  • Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
pks-paparkan-konsep-pengelolaan-sampah-dari-hulu-ke-hilir-di-dprkplh-jember-dorong-implementasi-se-bupati-20260604

PKS Paparkan Konsep Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir di DPRKPLH Jember, Dorong Implementasi SE Bupati

JEMBER, 03 JUNI 2026 – Komitmen Kabupaten Jember dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan terus diperkuat pasca terbitnya Surat Edaran Bupati Jember tentang pengolahan sampah secara mandiri. Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan pemaparan konsep pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir yang digelar di Kantor DPRKPLH Kabupaten Jember pada Selasa, 02 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi sekaligus berbagi pengalaman antara pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan, dan para pegiat pengelolaan sampah. Hadir dalam forum tersebut Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember, Jupriono, S.T., M.Si., Kabid Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Neni Suharno Putri, S.T., serta sejumlah staf dan jajaran DPRKPLH. Turut hadir pula perwakilan PKS dan relawan Laskar Resik-Resik yang selama ini aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Sejak forum dimulai, suasana diskusi berlangsung interaktif. Para peserta menyimak berbagai paparan mengenai kondisi persampahan saat ini serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah sejak dari sumbernya. Diskusi ini menjadi semakin relevan mengingat adanya kebijakan baru yang mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengelola sampah secara mandiri.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan PKS, Sucipto Dwiasmoro, memaparkan konsep pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya berfokus pada proses pengangkutan dan pembuangan akhir.

"Pengelolaan harus dimulai dari sumber sampah itu sendiri, yakni rumah tangga, sekolah, perkantoran, pasar, dan berbagai aktivitas masyarakat lainnya," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa langkah pertama adalah melakukan pemilahan sampah sejak awal antara sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair, maupun media tanam yang bermanfaat bagi sektor pertanian dan penghijauan.

"Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, dan kaca dapat dipilah untuk kemudian didaur ulang menjadi berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi," paparnya.

Tidak hanya berhenti pada proses pemilahan, Sucipto juga memaparkan bagaimana sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai justru dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat. Melalui sistem pengelolaan yang tepat, sampah dapat diubah menjadi bahan baku kerajinan, produk daur ulang, hingga berbagai inovasi yang mampu menciptakan peluang usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan.

Kepala DPRKPLH Jember, Jupriono, menyampaikan apresiasinya terhadap gagasan dan pengalaman yang dibagikan dalam forum tersebut. Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, komunitas, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Neni Suharno Putri, menegaskan bahwa edukasi dan perubahan perilaku menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah mandiri. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah dari sumbernya akan menjadi kunci utama dalam mengurangi beban tempat pemrosesan akhir.

Melalui forum ini, DPRKPLH berharap akan lahir berbagai kolaborasi dan inovasi yang mampu mempercepat implementasi Surat Edaran Bupati tentang pengolahan sampah mandiri. Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, pengelolaan sampah di Kabupaten Jember diharapkan tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

"Sampah bukan masalah ketika dikelola dengan benar. Sampah adalah sumber daya yang memiliki nilai jika dipilah, diolah, dan dimanfaatkan secara bijak. Karena itu, perubahan harus dimulai dari diri sendiri, dari rumah, sekolah, kantor, dan lingkungan sekitar. Ketika semua pihak bergerak bersama, maka Jember yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang dapat diwujudkan bersama," ujar Neni.

Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya urusan kebersihan semata, tetapi juga investasi untuk masa depan lingkungan dan generasi mendatang. Semangat kolaborasi yang terbangun dalam forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju budaya baru di masyarakat, yaitu menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Kabupaten Jember yang lebih bersih, produktif, dan berdaya.

Galeri Foto