PKW Keterampilan Membatik Resmi Ditutup, Dorong Peserta Kembangkan Potensi Wirausaha
- 25 Agustus 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
PKW Keterampilan Membatik Resmi Ditutup, Dorong Peserta Kembangkan Potensi Wirausaha
JEMBER, 25 AGUSTUS 2026 – Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 dengan jenis keterampilan membatik resmi ditutup pada Senin, 24 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Desa Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya minat dan kemampuan berwirausaha.
Program PKW ini diselenggarakan melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, dengan menggandeng Dekranasda Jember serta pembatik-pembatik Jember dan media digital.
Sebanyak 50 peserta didik mengikuti pelatihan dengan durasi 250 Jam Pelajaran (JPL). Selama mengikuti program, peserta mendapatkan pembelajaran dan praktik keterampilan membatik sebagai bekal untuk mengembangkan potensi diri, menghasilkan karya, sekaligus membuka peluang usaha di bidang ekonomi kreatif.
Penutupan kegiatan turut dihadiri langsung oleh Ning Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Jember dan Ketua Dekranasda Kabupaten Jember, bersama jajaran Dekranasda Kabupaten Jember dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember.
Dalam kesempatan tersebut, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan. “Semoga keterampilan yang didapat bisa terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk berkarya serta berwirausaha,” ujar Ning Ghyta.
Kepala Diskopumdag Jember, Dra. Sartini, M.M., turut mengapresiasi pelaksanaan program PKW tersebut. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi.
“Harapannya, keterampilan membatik ini dapat terus dikembangkan menjadi karya yang bernilai dan membuka peluang usaha bagi peserta,” tutur Sartini.
Penutupan PKW Tahun 2026 menjadi momentum untuk melihat hasil proses pembelajaran yang telah dilalui para peserta. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Kolaborasi antara Dekranasda, Diskopumdag, pelaku batik, serta berbagai pihak terkait diharapkan dapat terus diperkuat guna mendukung perkembangan industri batik dan UMKM di Kabupaten Jember. (adh)