Ratusan Rumah di Wuluhan Terendam Banjir Luapan, 1.070 Jiwa Terdampak dan Posko Darurat Didirikan
- 02 Maret 2026
- Dibaca 612 Kali
Bagikan Via:
Ratusan Rumah di Wuluhan Terendam Banjir Luapan, 1.070 Jiwa Terdampak dan Posko Darurat Didirikan
Banjir luapan melanda Dusun Sumberjo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan ratusan rumah warga terdampak genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 80 sentimeter. Total sebanyak 470 kepala keluarga atau 1.070 jiwa tercatat terdampak langsung, sementara 183 kepala keluarga atau 555 jiwa lainnya terpapar banjir dengan ketinggian air lebih besar. Selain permukiman warga, fasilitas umum berupa TPQ Nurul Quran di RT 37 RW 12 juga turut terendam.
Banjir terjadi akibat hujan lebat yang mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (28/2/2026) pukul 15.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit air Sungai Avur Tepas Curah Kenceng yang berada di timur Balai Desa Glundengan meningkat secara signifikan. Pada pukul 18.30 WIB, debit air terus bertambah dan mendekati permukiman warga. Sekitar pukul 22.00 WIB, air mulai meluap ke jalan lingkungan Dusun Sumberjo dan pada Minggu dini hari pukul 03.00 WIB, air telah menggenangi halaman rumah warga hingga mencapai 80 sentimeter serta masuk ke dalam rumah dengan ketinggian rata-rata 10 hingga 15 sentimeter.
Wilayah terdampak tersebar di beberapa RT, yaitu RT 35 RW 11; RT 36, 37, dan 38 RW 12; serta RT 39 dan 41 RW 13. Di RT 35 RW 11 tercatat 125 KK atau 240 jiwa terdampak, sedangkan RT 36 RW 12 sebanyak 110 KK atau 260 jiwa. RT 37 RW 12 mencatat 135 KK atau 200 jiwa, RT 38 RW 12 sebanyak 30 KK atau 120 jiwa, RT 39 RW 13 sebanyak 50 KK atau 150 jiwa, dan RT 41 RW 13 sebanyak 20 KK atau 100 jiwa. Sementara itu, warga yang terpapar genangan dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter berada di RT 38 RW 12 sebanyak 68 KK (205 jiwa), RT 39 RW 13 sebanyak 48 KK (150 jiwa), dan RT 41 RW 13 sebanyak 67 KK (200 jiwa).
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Jember bersama unsur Muspika, perangkat desa, Destana, Tagana, Relawan Brandal Alas, serta warga setempat melakukan pemantauan dan assessment di lokasi terdampak. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat. Selain itu, didirikan posko dan dapur mandiri di Balai Desa Glundengan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan logistik yang telah didistribusikan antara lain lima paket sembako APBD, 72 kaleng lauk pauk, satu paket masak, dua paket makan, dan satu unit kompor.
Kondisi terkini dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Air mulai berangsur surut dan masyarakat telah melakukan pembersihan rumah secara mandiri. Sumur warga dilaporkan masih aman untuk kebutuhan rumah tangga, meskipun hingga pukul 17.00 WIB air masih menggenangi sejumlah ruas jalan dengan ketinggian sekitar 10 hingga 25 sentimeter. Pemerintah merekomendasikan kerja bakti pembersihan aliran sungai guna mengurangi risiko banjir susulan serta meneruskan penanganan pasca-banjir kepada dinas terkait. Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu.