RSD Kalisat Menggelar Pra Klinik Program MagangHub Kemnaker Untuk Bekal Peserta Magang Sebelum Bertugas Di Kamar Operasi
- 20 Agustus 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
RSD Kalisat Menggelar Pra Klinik Program MagangHub Kemnaker Untuk Bekal Peserta Magang Sebelum Bertugas Di Kamar Operasi
Dalam rangka menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap di bidang kesehatan, RSD Kalisat sukses menggelar kegiatan Pra Klinik Program MagangHub. Acara pembekalan intensif ini dilaksanakan di Ruang Komite Medik pada Selasa, 18 Agustus 2026 mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi para peserta Program MagangHub Kemnaker yang akan ditempatkan di unit kamar operasi. Kehadiran mereka di lingkungan rumah sakit tidak hanya untuk belajar, melainkan untuk dibentuk menjadi bagian dari pelayanan medis yang profesional.
Melalui pra klinik ini, para peserta mendapatkan materi esensial langsung dari para pakar dan praktisi medis senior. Rangkaian materi diawali dengan pembahasan mengenai "Pelayanan Bedah Bermutu" oleh dr. Koeshar Yudyarto. Dalam penjelasannya, beliau menekankan bahwa mutu pelayanan bedah tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan operasi, melainkan dari konsistensi seluruh tim dalam menerapkan prosedur standar operasional (SOP) sejak pasien masuk hingga keluar dari area kamar operasi.
Memasuki materi kedua, fokus beralih pada aspek teknis peralatan medis. Wahyudi Slamet Raharjo, S.Kep.Ns,M.M.Kes hadir memberikan pembekalan mendalam mengenai "Kompetensi Instrumen Bedah". Sesi ini mengenalkan berbagai jenis alat bedah, fungsi spesifikasinya, serta bagaimana seorang asisten bedah atau perawat instrumen harus memiliki ketangkasan tinggi dalam memfasilitasi kebutuhan dokter bedah utama selama operasi berlangsung.
Materi ketiga yang disampaikan oleh Hari Basuki, S.Si., Apt. menjadi salah satu paling penting dalam pra klinik ini. Mengangkat tema "Teknik Aseptik dan Sterilisasi Instrumen Bedah", beliau menjelaskan rantai dekontaminasi, pencucian, hingga proses sterilisasi alat medis menggunakan teknologi modern. Sebagai pemateri, beliau mengingatkan bahwa kamar operasi adalah area yang harus bebas dari kuman demi mencegah infeksi pasca-operasi.
Selain teori medis, para peserta juga dibekali dengan alur kerja praktis di dalam ruang operasi. Supriyanto, AMd.Kep., menyampaikan materi penting, yaitu "Orientasi Kamar Bedah". Sesi ini mengajak peserta memahami pembagian zona di dalam kamar operasi, mulai dari zona publik, semi-publik, hingga zona steril yang memiliki aturan berpakaian dan pembatasan gerak yang sangat ketat. Kemudian aspek keselamatan kerja dan pasien juga menjadi fokus utama melalui materi "Patient Safety" oleh Wildha Rosida, AMd.Kep., serta "Pencegahan Infeksi" oleh Handi Marta Johandono, AMd.Kep.
Menuju akhir kegiatan, Supriyanto, AMd.Kep. kembali memberikan pemaparan, kali ini mengenai peran penting "Perawat Sirkuler" (circulation nurse). Perawat sirkuler bertindak sebagai penghubung antara tim steril di meja operasi dengan area luar, mengelola kebutuhan logistik, serta memastikan seluruh dokumen dan kebutuhan ruang operasi terpenuhi dengan aman selama tindakan berlangsung. Sesi pembekalan ditutup dengan materi "Pengenalan Anestesi dan Orientasi Anestesi serta Recovery Room" yang dipaparkan oleh Nur Istantri, STr. Melalui program MagangHub ini, RSD Kalisat berharap para peserta tidak hanya membawa pulang teori, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan keterampilan nyata saat terjun langsung ke dunia kerja medis yang sesungguhnya.