logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Sumbersari

RW 01 Wirolegi Tampilkan Teatrikal Penangkapan Pejuang Kemerdekaan oleh Penjajah Jepang

  • 04 Agustus 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
rw-01-wirolegi-tampilkan-teatrikal-penangkapan-pejuang-kemerdekaan-oleh-penjajah-jepang-20260804

RW 01 Wirolegi Tampilkan Teatrikal Penangkapan Pejuang Kemerdekaan oleh Penjajah Jepang

JEMBER, 04 AGUSTUS 2026 - Penampilan teatrikal bertema penangkapan pejuang kemerdekaan oleh tentara Jepang yang dibawakan RW 01, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari dalam Karnaval Wirolegi Cinta Budaya, menjadi salah satu atraksi yang menyita perhatian masyarakat.

Pasalnya dalam teatrikal itu, beberapa warga mereka digambarkan diarak dalam keadaan dirantai dan tengah mengalami penyulaan (ditusuk menggunakan bambu), serta ada pula yang teriak minta tolong sembari dipenjara dalam kerangkeng bambu.

Ketua RW 01, Andi Usman, menjelaskan, bahwa penampilan teatrikal tersebut bertujuan untuk menyampaikan pesan kepada anak muda hari ini, bahwa perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan dipenuhi oleh pengorbanan para pahlawan.

“Kami ingin menyuarakan bahwa perjuangan melawan penjajah tidaklah mudah. Ada nyawa yang harus berkorban dalam hal itu,” katanya, saat ditemui seusai karnaval, pada Senin dini hari, 03 Agustus 2026.

Menurut Andi, penyampaian pesan sosial melalui atraksi teatrikal dinilai lebih mudah diterima masyarakat karena dikemas secara menarik dan menghibur. Ia berharap, dengan pemahaman tersebut bangsa ini dapat lebih menghargai dan menghormati jasa para pahlawan yang telah berkorban nyawa untuk merebut kemerdekaan.

“Dengan ini, kami ingin memahamkan bahwa pentingnya menghormati para pahlawan atas jasa mereka,” imbuhnya.

Kata Usman, untuk menampilkan atraksi tersebut, setidaknya warga RW 01 memakan waktu dua minggu lamanya. Mulai dari penyusunan alur cerita, membuat properti dan kostum, hingga akhirnya gladi bersih.

“Semua dikerjakan bersama-sama dengan penuh semangat oleh warga RW 01. Ini menjadi wujud kecintaan kami terhadap budaya sekaligus kebanggaan terhadap kampung sendiri,” ungkapnya.

Lurah Wirolegi, Athur Robby Tantra, S.STP, M.M., menjelaskan, karnaval yang kali ini bertema Wirolegi Cinta Budaya, tidak membatasi penampilan setiap peserta. Asalkan tidak lepas dari kebudayaan dan sejarah perjuangan bangsa.

Contohnya, peserta yang menampilkan kisah perjuangan rakyat saat masa penjajahan Jepang, serta perjuangan-perjuangan lain para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dalam karnaval itu, beberapa peserta juga menampilkan drama perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia,” ucapnya.

Contohnya, peserta yang menampilkan kisah perjuangan rakyat saat masa penjajahan Jepang, serta perjuangan-perjuangan lain para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dalam karnaval itu, beberapa peserta juga menampilkan drama perjuangan dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia,” ulasnya.

Selain itu, tema “Wirolegi Cinta Budaya” sendiri dipilih, tujuannya untuk mengajak masyarakat mengenal sekaligus melestarikan keberagaman budaya Indonesia melalui sebuah perayaan yang melibatkan seluruh warga.

“Karnaval ini kami fokuskan untuk mengedepankan keragaman budaya yang ada di Indonesia,” ujarnya, setelah karnaval rampung. (fat)

Galeri Foto