Satu Masalah, Banyak Tangan...Wuluhan Bergerak Tekan Stunting
- 06 Oktober 2026
- Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
Satu Masalah, Banyak Tangan...Wuluhan Bergerak Tekan Stunting
WULUHAN, Jember — Upaya mempercepat penurunan kasus stunting di wilayah Kecamatan Wuluhan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Hal tersebut dibahas dalam kegiatan Rembug Stunting Kecamatan Wuluhan yang dilaksanakan pada Selasa, 6 Oktober 2026, bertempat di Pendopo Kantor Camat Wuluhan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Lojejer, Kepala Puskesmas Wuluhan beserta ahli gizi, para kepala desa se-Kecamatan Wuluhan, serta unsur lintas sektor terkait. Pertemuan menjadi ruang bersama untuk membahas langkah dan strategi percepatan penurunan kasus stunting di wilayah Kecamatan Wuluhan.
Stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi anak saat ini, tetapi juga menyangkut tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan. Melalui rembug tersebut, berbagai unsur yang hadir dapat menyatukan pemahaman mengenai kondisi di wilayah masing-masing sekaligus memperkuat koordinasi dalam menentukan langkah penanganan yang lebih tepat sasaran.
Peran Puskesmas menjadi bagian penting dalam upaya tersebut, terutama melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi gizi, serta pendampingan terhadap keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Namun, intervensi kesehatan perlu berjalan beriringan dengan dukungan pemerintah desa dan lintas sektor lainnya. Keterlibatan kepala desa se-Kecamatan Wuluhan juga menjadi bagian strategis. Pemerintah desa memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga dapat membantu memastikan program dan intervensi penanganan stunting menjangkau keluarga sasaran.
Sementara itu, tenaga ahli gizi turut memberikan dukungan dari sisi teknis agar upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi dapat dilakukan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Rembug stunting ini diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menghasilkan penguatan komitmen dan langkah nyata di lapangan. Kolaborasi antara Puskesmas, pemerintah desa, kecamatan, dan lintas sektor menjadi kunci agar setiap sasaran yang membutuhkan pendampingan dapat teridentifikasi dan memperoleh intervensi sesuai kebutuhannya.