SDN Sidomulyo 05 Gandeng Dinsos PPPA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
- 15 Oktober 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
SDN Sidomulyo 05 Gandeng Dinsos PPPA Wujudkan Sekolah Ramah Anak
JEMBER, 15 OKTOBER 2026 – Kecamatan Silo menempati urutan kedua tingkat pernikahan dini se-Kabupaten Jember Kondisi tersebut menjadi latar penting bagi upaya perlindungan anak di lingkungan sekolah. Salah satunya dilakukan SDN Sidomulyo 05 bersama Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Jember lewat kegiatan In House Training (IHT) bertema "Peningkatan Kompetensi Guru dalam Memahami Perundungan, Kekerasan, dan Kekerasan Seksual di Lingkungan Satuan Pendidikan", Rabu 14 Oktober 2026 di Aula SDN Sidomulyo 05, Silo.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan pemahaman guru serta tenaga kependidikan agar mampu menciptakan satuan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak, bebas dari perundungan dan kekerasan. Pihak sekolah secara resmi memohon dukungan Dinsos PPPA Jember untuk menghadirkan narasumber. Fokusnya adalah pencegahan, penanganan, dan perlindungan peserta didik dari berbagai bentuk perundungan, kekerasan, dan kekerasan seksual.
IHT diikuti 24 guru dari dua sekolah, yakni SDN Sidomulyo 05 dan SDN Sidomulyo 09, yang berada di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Ratih Wulandari. Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinsos PPPA Jember, Sugeng Riyadi, S.E., hadir sebagai keynote speaker. Materi disampaikan Mauvirotul Arifah, S.H., dari Dinsos PPPA Jember. Pengawas Sekolah Kecamatan Silo, Atika Sari, juga hadir.
Dalam sambutannya, Sugeng Riyadi menegaskan bahwa peserta didik adalah investasi negara di masa depan. "Anak didik kita adalah investasi negara di masa depan. Maka kita harus jaga mereka dengan membuka ruang aman bagi anak didik. Keterbukaan komunikasi pada anak didik," ujarnya.
Ratih Wulandari mengungkapkan bahwa kegiatan ini berangkat dari kegelisahan atas maraknya kasus perundungan. Menurutnya, para guru masih awam sehingga batasan perundungan kerap kabur. "Terkait dengan maraknya perundungan, kami semua mungkin masih terlalu awam sehingga batas-batasnya kadang masih kabur. Sehingga kami berinisiatif untuk mengadakan kegiatan ini," katanya.
Kegiatan tersebut menghasilkan tiga capaian utama, yaitu peningkatan pemahaman peserta terhadap bentuk dan dampak perundungan serta kekerasan di sekolah, peningkatan kemampuan deteksi dini oleh guru dan tenaga kependidikan untuk mengenali dan mencegah potensi kasus, serta tersosialisasikannya mekanisme pelaporan dan penanganan kasus yang sesuai prosedur. (rou)