Sendang Pamojan, Tradisi Sakral Desa Klungkung yang Terus Dijaga Lintas Generasi
- 19 Mei 2026
- Dibaca 273 Kali
Bagikan Via:
Sendang Pamojan, Tradisi Sakral Desa Klungkung yang Terus Dijaga Lintas Generasi
JEMBER, 19 MEI 2026 – Pemerintah Desa Klungkung bersama Komunitas Jagratara kembali menggelar ritual adat Sendang Pamojan di kawasan pemakaman leluhur Dusun Mojan, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Selasa, 19 Mei 2026.
Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun tersebut diikuti seluruh warga Dusun Mojan dan berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, lembaga adat, unsur Muspika Sukorambi, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, tausiyah agama, serta arak-arakan gunungan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur masyarakat atas keberkahan alam dan hasil pertanian yang menjadi sumber utama penghidupan warga.
Suasana ritual semakin semarak dengan penampilan Tari Sandurelang, kesenian tradisional khas yang hanya dipentaskan dalam prosesi Sendang Pamojan. Penampilan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi seni budaya lokal Desa Klungkung.
Perwakilan Komunitas Jagratara, Hendi, menjelaskan bahwa Sendang Pamojan memiliki nilai historis dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Dusun Mojan.
“Tradisi ini menjadi pengingat bagi generasi muda agar tetap menjaga budaya, alam, dan nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Kepala Desa Klungkung, Abdul Ghofur, mengatakan ritual Sendang Pamojan merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Desa Klungkung yang harus terus dilestarikan.
Ia menilai pelestarian budaya lokal tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat karakter dan jati diri masyarakat desa.
“Kami ingin generasi muda memahami bahwa budaya daerah adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama,” katanya.
Sementara itu, Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., mengapresiasi komitmen masyarakat Desa Klungkung dan Komunitas Jagratara dalam menjaga keberlangsungan tradisi budaya daerah.
Menurutnya, ritual Sendang Pamojan menjadi bukti bahwa nilai budaya dan kearifan lokal masih hidup serta tumbuh di tengah masyarakat.
“Tradisi seperti ini memiliki nilai penting dalam memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya daerah,” ujarnya.
Ia berharap ritual adat Sendang Pamojan dapat terus dilestarikan dan menjadi salah satu potensi pengembangan wisata budaya di Kabupaten Jember.
Pelestarian budaya lokal tersebut juga sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Muhammad Fawait, S.E., M.Sc, dalam mendukung penguatan budaya daerah dan pelestarian tradisi masyarakat. (hus)