logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Wuluhan

SIMBAK GEMAS Perkuat Edukasi Remaja, Kecamatan Wuluhan Siapkan Perluasan Sosialisasi ke Sekolah

  • 11 Juli 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
simbak-gemas-perkuat-edukasi-remaja-kecamatan-wuluhan-siapkan-perluasan-sosialisasi-ke-sekolah-20260711

SIMBAK GEMAS Perkuat Edukasi Remaja, Kecamatan Wuluhan Siapkan Perluasan Sosialisasi ke Sekolah

JEMBER, 11 JULI 2026 – Pemerintah Kecamatan Wuluhan memastikan program SIMBAK GEMAS (Sinergi Muspika Plus Bersama Guru Bimbingan Konseling untuk Generasi Emas) akan terus diperluas ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Wuluhan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan kenakalan remaja, serta bahaya perkawinan usia dini yang menjadi salah satu faktor risiko stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).

Komitmen itu disampaikan setelah pelaksanaan sosialisasi SIMBAK GEMAS di MTs dan MA Al-Falah, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program inisiasi Camat Wuluhan yang mendukung misi Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam membangun generasi muda yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

Program SIMBAK GEMAS dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan Polsek Wuluhan, UPT Puskesmas Lojejer, Balai KB Kecamatan Wuluhan, serta Kantor Urusan Agama (KUA). Sasaran utama program ini adalah para remaja yang sedang memasuki masa perkembangan sehingga membutuhkan pendampingan dan edukasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi, pergaulan, serta perencanaan masa depan.

Sosialisasi di MTs dan MA Al-Falah dihadiri Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan Heryani, S.E. mewakili Camat Wuluhan. Hadir pula Nanang dari Polsek Wuluhan, serta Ratih dan Wahyu dari Promosi Kesehatan (Promkes) UPT Puskesmas Lojejer sebagai narasumber.

Pada sesi pertama, Nanang memberikan materi mengenai kenakalan remaja dan bahaya penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Ia mengajak para pelajar untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan serta berani menolak ajakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun masa depan mereka.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para santri MTs dan MA Al-Falah tampak antusias mengikuti pemaparan materi. Mereka aktif mengajukan pertanyaan mengenai pergaulan remaja, penyalahgunaan NAPZA, hingga cara menghadapi tekanan dari lingkungan sebaya.

Materi berikutnya disampaikan Ratih dari Promkes UPT Puskesmas Lojejer yang mengulas pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak usia remaja. Ia mengingatkan para pelajar agar memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, mengembangkan potensi diri, serta meraih cita-cita sebelum memutuskan membangun rumah tangga.

Ratih menjelaskan bahwa kehamilan pada usia yang belum matang memiliki berbagai risiko kesehatan bagi ibu maupun bayi. Selain meningkatkan potensi komplikasi kehamilan, kondisi tersebut juga dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting apabila tidak disertai kesiapan fisik, mental, dan pemenuhan gizi yang memadai.

Ia juga mengajak para remaja menerapkan pola hidup sehat, menghindari perilaku berisiko, serta tidak ragu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila membutuhkan informasi mengenai kesehatan reproduksi.

Saat ditemui pada Jumat, 10 Juli 2026. Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan Heryani, S.E. mengatakan antusiasme para pelajar selama sosialisasi menunjukkan bahwa edukasi kepada remaja masih sangat dibutuhkan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk membekali generasi muda dengan informasi yang benar sebelum mereka memasuki usia dewasa.

"Melalui SIMBAK GEMAS, kami ingin memastikan para remaja memperoleh pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi, bahaya kenakalan remaja, penyalahgunaan NAPZA, serta dampak perkawinan usia dini. Bekal pengetahuan ini diharapkan membantu mereka mengambil keputusan yang bertanggung jawab sehingga dapat mendukung lahirnya generasi yang sehat, berkualitas, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah," ujarnya.

Heryani menambahkan, Pemerintah Kecamatan Wuluhan akan terus memperkuat sinergi dengan Polsek, Puskesmas, Balai KB, KUA, serta pihak sekolah agar edukasi serupa dapat menjangkau lebih banyak pelajar. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci dalam membangun kesadaran remaja sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting, AKI, dan AKB di Kabupaten Jember. (riz)

Galeri Foto