SMPN 9 Jember Gelar Simulasi Gempa, 628 Siswa Dilatih Hadapi Bencana
- 15 September 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
SMPN 9 Jember Gelar Simulasi Gempa, 628 Siswa Dilatih Hadapi Bencana
JEMBER, 15 September 2026 – Sebanyak 628 siswa SMP Negeri 9 Jember mengikuti rangkaian edukasi dan pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang digelar BPBD Kabupaten Jember bersama sejumlah instansi terkait pada 8, 9, dan 15 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SMPN 9 Jember, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, tersebut bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan edukasi kebencanaan diberikan sejak dini agar siswa memahami potensi ancaman di lingkungan sekolah sekaligus mengetahui tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.
“Pengenalan kebencanaan penting dilakukan sejak dini. Anak-anak perlu memahami jenis bencana, potensi bahayanya, serta bagaimana menyelamatkan diri dan membantu orang lain saat keadaan darurat,” ujar Maryani.
Pada hari pertama, 8 September, siswa kelas 7, 8, dan 9 mendapatkan materi pengenalan kebencanaan dalam tiga sesi. Materi disampaikan tim BPBD Jember dan Sekber SPAB.
Dalam waktu bersamaan, sekolah membentuk Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS) yang terdiri dari guru, karyawan, serta perwakilan siswa dari OSIS dan PMR. Tim tersebut dibekali pemahaman mengenai tugas dan fungsi masing-masing dalam penanganan bencana.
TSBS juga menerima materi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dari tenaga kesehatan Puskesmas Sumbersari. Selain itu, BPBD memberikan materi dasar-dasar SPAB, sementara Sekber SPAB menyampaikan materi integrasi SPAB ke dalam kurikulum yang dibawakan Ninuk Dyah Puspitasari, S.Pd., M.Si.
Pada 9 September, peserta mendapatkan materi KIE dan GEDSI dari Fahim Aftoni, S.Sos., M.Pd.I. Selanjutnya dilakukan penyusunan kajian risiko bencana sekolah, meliputi pemetaan ancaman, kerentanan dan kapasitas.
Siswa juga mengikuti kegiatan schoolwatching untuk mengidentifikasi berbagai potensi bahaya di lingkungan sekolah. TSBS kemudian berlatih menyusun prosedur tetap dan mengikuti gladi posko berdasarkan skenario bencana.
Puncak kegiatan berlangsung Selasa, 15 September 2026. Seluruh warga sekolah bersama BPBD, Puskesmas Sumbersari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Karangrejo mengikuti briefing, gladi bersih, hingga simulasi penanganan gempa bumi.
Simulasi dimulai pukul 10.10 WIB dan melibatkan siswa, TSBS, tenaga kesehatan serta unsur TNI dan Polri. Melalui kegiatan tersebut, sekolah diharapkan mampu membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan, bukan hanya saat pelatihan berlangsung.(tgh)