Sumur Sedalam 10 Meter Tak Lagi Berdaya, 40 KK di Jember Dapat Pasokan 5.000 Liter Air
- 09 September 2026
- Dibaca 20 Kali
Bagikan Via:
Sumur Sedalam 10 Meter Tak Lagi Berdaya, 40 KK di Jember Dapat Pasokan 5.000 Liter Air
JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 – Kemarau yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir mulai berdampak pada ketersediaan air bersih warga di RT 04/RW 07, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sejumlah sumur warga dengan kedalaman mencapai 8 hingga 10 meter mulai mengalami kekeringan, membuat 40 kepala keluarga membutuhkan pasokan air bersih.
Kondisi tersebut telah dirasakan warga sejak Juli 2026. Sumur yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari perlahan mengalami penurunan ketersediaan air. Sementara itu, sumber mata air terdekat berada sekitar satu kilometer dari permukiman sehingga tidak mudah dijangkau warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menindaklanjuti permohonan bantuan distribusi air bersih dari Kelurahan Tegal Gede, BPBD Kabupaten Jember melakukan pendistribusian air bersih pada Rabu, 09 September 2026. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 19.10 WIB untuk melakukan koordinasi sekaligus penanganan terhadap warga yang terdampak kekeringan.
Sebanyak 5.000 liter air bersih kemudian didistribusikan ke tandon yang telah disiapkan di lokasi. Tandon tersebut merupakan milik Ketua RT setempat dan memiliki kapasitas 5.000 liter, sehingga dapat digunakan sebagai tempat penampungan air untuk memenuhi kebutuhan warga secara bersama-sama.
Selain mendistribusikan air, petugas BPBD juga memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya terkait kondisi kekeringan dan pentingnya penggunaan air secara bijak selama musim kemarau. Kegiatan berjalan aman, kondusif, dan terkendali.
Yudha Aditya Dwi Cahya, TRC BPBD Jember, mengatakan distribusi air dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air akibat menurunnya ketersediaan air pada sumur warga.
“Dari hasil koordinasi di lapangan, warga membutuhkan dukungan air bersih karena beberapa sumur mulai mengalami kekeringan. Untuk sementara, distribusi air dilakukan dengan memanfaatkan tandon yang sudah tersedia di lokasi,” ujar Yudha.
Dengan adanya tandon berkapasitas 5.000 liter milik warga, distribusi air diharapkan dapat lebih mudah dilakukan dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak. Namun, mengingat kondisi kekeringan masih berlangsung, bantuan air bersih dinilai masih diperlukan secara berkala.
BPBD Jember merekomendasikan pendistribusian kembali sebanyak 5.000 liter air bersih setiap dua hari sekali. Pola tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bagi 40 KK yang terdampak, sembari menunggu adanya penanganan lebih lanjut dari dinas terkait.
Warga bersama perangkat RT/RW diharapkan dapat mengatur pemanfaatan air secara efisien agar pasokan yang tersedia dapat digunakan untuk kebutuhan yang paling mendesak. Pemerintah juga terus didorong untuk melakukan penanganan lanjutan terhadap persoalan ketersediaan air di wilayah tersebut.
Hingga distribusi selesai dilakukan, kondisi di RT 04/RW 07 Kelurahan Tegal Gede dilaporkan aman dan terkendali. BPBD Jember bersama unsur masyarakat akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi kekeringan di wilayah tersebut. (bob)