Tim Monev Kecamatan Tanggul Turun Tangan, Ini Fokus Utamanya di Desa Tanggul Wetan
- 02 Juni 2026
- Dibaca 93 Kali
Bagikan Via:
Tim Monev Kecamatan Tanggul Turun Tangan, Ini Fokus Utamanya di Desa Tanggul Wetan
JEMBER, 02 JUNI 2026 – Demi memastikan setiap rupiah dana yang diterima desa dikelola dengan benar dan bermanfaat, Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Tanggul menggelar pemeriksaan menyeluruh penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Tanggul Wetan.
Kegiatan ini berlangsung secara transparan dan partisipatif, dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS), Babinkamtibmas, Babinsa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta seluruh perangkat Desa Tanggul Wetan.
Tidak hanya sekadar duduk di ruangan memeriksa kertas, tim monev melakukan langkah lebih jauh. Serangkaian kegiatan dilakukan mulai dari penelitian kelengkapan dokumen pertanggungjawaban, diskusi dan wawancara mendalam dengan para pengelola keuangan desa, hingga peninjauan langsung ke lokasi proyek pembangunan. Tujuannya, memastikan segala kegiatan yang dibiayai anggaran desa benar-benar terlaksana dengan baik dan berkualitas.
Penjabat Kepala Desa Tanggul Wetan Sahibudin, SAP, menyambut baik kehadiran tim dari kecamatan ini. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini yang dinilainya sangat krusial untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan di wilayahnya.
"Terima kasih kepada seluruh tim yang telah hadir di Desa Tanggul Wetan. Saya berpesan kepada seluruh perangkat desa dan rekan-rekan BPD, mari kita ikuti kegiatan ini dengan seksama sampai selesai, agar kita mendapatkan ilmu dan masukan yang berharga," ucapnya dalam sambutan pembukaan kegiatan.
Sementara itu, Camat Tanggul Fariqul Mashudi, S.Sos, memberikan pandangan yang lebih luas terkait tujuan kegiatan ini. Menurutnya, monev bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan semata, melainkan sebagai wadah pembinaan sekaligus edukasi bagi aparatur desa.
"Kegiatan ini kami laksanakan bukan hanya sekadar pengawasan atau mencari kekurangan, melainkan sebagai upaya nyata pembinaan dan edukasi. Fokus utamanya adalah agar pengelolaan keuangan dan administrasi di setiap desa semakin tertib, berjalan sesuai dengan rencana anggaran yang telah disusun, serta tetap berpedoman ketat pada peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.
Lebih jauh dijelaskan, evaluasi ini mencakup siklus pemerintahan desa secara utuh. Mulai dari tahap perencanaan yang matang, pelaksanaan kegiatan di lapangan, evaluasi pengelolaan keuangan, hingga memastikan kelengkapan administrasi dan ketepatan waktu pelaporan.
"Yang paling penting, selain memeriksa berkas atau dokumen administrasi, kami juga melakukan pemeriksaan fisik atau turun langsung ke lapangan. Tujuannya untuk mengecek hasil pembangunan infrastruktur yang telah dikerjakan, memastikan apa yang dibangun di lapangan nyata, sudah sesuai dengan rincian anggaran dan rencana yang telah ditetapkan bersama sebelumnya," pungkas Fariqul Mashudi. (psn)