Tuntaskan Pengabdian, Mahasiswa KKN Kolaboratif ke-5 Resmi Ditarik dari Kecamatan Ajung
- 22 Agustus 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Tuntaskan Pengabdian, Mahasiswa KKN Kolaboratif ke-5 Resmi Ditarik dari Kecamatan Ajung
JEMBER, 22 AGUSTUS 2026 - Balai Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, menjadi saksi penutupan dan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ke-5 pada Kamis, 21 Agustus 2026. Acara pelepasan ini menandai berakhirnya masa pengabdian puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang telah menjalankan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tersebut selama lebih dari satu bulan.
Sebanyak 61 mahasiswa yang terbagi dalam beberapa kelompok hadir memenuhi pendopo balai kecamatan bersama tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Suasana haru bercampur bangga menyelimuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung tertib dan khidmat.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ajung, Bagus Hendrawan, memimpin langsung upacara penarikan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, kedisiplinan, dan inovasi program yang dibawakan mahasiswa selama mengabdi.
"Atas nama Pemerintah Kecamatan Ajung dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada 61 mahasiswa KKN Kolaboratif ke-5 serta para Dosen Pembimbing Lapangan. Kehadiran adik-adik mahasiswa selama kurang lebih 35 hari ini memberikan dampak positif dan warna baru bagi desa-desa di wilayah kami," ujar Bagus.
Keberhasilan program KKN Kolaboratif ke-5 di Kecamatan Ajung tidak lepas dari bimbingan intensif tiga DPL yang mendampingi mahasiswa sejak tahap perumusan program kerja hingga eksekusi di lapangan.
Acara penarikan diakhiri dengan penyerahan laporan hasil program kerja secara simbolis dari perwakilan DPL kepada Bagus Hendrawan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan singkat capaian program unggulan tiap kelompok desa, penyerahan cenderamata, dan sesi foto bersama.
Pemerintah Kecamatan Ajung berharap hasil pemetaan serta rekomendasi dari mahasiswa dapat menjadi rujukan data tambahan dalam perencanaan pembangunan desa ke depan. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman berbaur langsung dengan dinamika sosial masyarakat diharapkan menjadi modal berharga saat melangkah ke dunia profesional. (ar)