Warga Kepatihan Bersihkan Aliran Sungai, DPRKPLH Jember Turunkan Armada Angkut Sampah
- 02 Oktober 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Warga Kepatihan Bersihkan Aliran Sungai, DPRKPLH Jember Turunkan Armada Angkut Sampah
JEMBER, 02 OKTOBER 2026 – Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan ditunjukkan warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, dengan menggelar kerja bakti membersihkan sampah di sepanjang aliran sungai kawasan permukiman, Kamis 01 Oktober 2026.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dipusatkan di sekitar Jalan Wahid Hasyim XVII, Kelurahan Kepatihan. Warga bersama pihak kelurahan menyasar aliran sungai kecil yang berada di tengah permukiman hingga menuju Sungai Jompo.
Sejak pagi, warga turun langsung membersihkan sampah yang menumpuk di tepian maupun di sekitar aliran sungai. Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dipindahkan ke titik pengumpulan agar tidak kembali terbawa arus dan mencemari aliran sungai.
Bagi warga, kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti rutin. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya menjaga aliran sungai tetap bersih, lancar, dan tidak terganggu oleh tumpukan sampah.
Dukungan juga datang dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember. Setelah sampah terkumpul, armada pengangkut dikerahkan untuk membawa sampah hasil kerja bakti menuju lokasi penanganan lebih lanjut.
Warga bersama pihak Kelurahan Kepatihan turut membantu proses pemindahan sampah ke dalam armada. Kolaborasi tersebut membuat proses pembersihan berlangsung lebih efektif karena sampah yang telah dikumpulkan langsung mendapat penanganan.
Ketua TRC Bidang Kebersihan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DPRKPLH Jember, Arif Marbi, mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengapresiasi semangat warga Kelurahan Kepatihan yang mau bergerak bersama membersihkan lingkungan, khususnya aliran sungai di kawasan Jalan Wahid Hasyim XVII hingga menuju Sungai Jompo. Ketika masyarakat sudah bergerak dan pemerintah memberikan dukungan sesuai kewenangan, penanganan sampah dapat dilakukan bersama-sama,” ujar Arif.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai semakin kuat.
Menurut Arif, menjaga kebersihan sungai membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Sebaliknya, upaya warga juga akan lebih optimal apabila mendapat dukungan pelayanan dan koordinasi dari pemerintah.
“Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut. Kesadaran untuk tidak membuang sampah ke sungai harus terus dibangun karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Aksi warga Kepatihan tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari kawasan tempat tinggal masing-masing. Kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, rutin melakukan kerja bakti, serta memastikan sampah hasil pembersihan ditangani dengan baik menjadi langkah sederhana yang berdampak langsung terhadap kebersihan lingkungan.
DPRKPLH Jember pun terus mendorong sinergi dengan masyarakat dan pemerintah kelurahan melalui koordinasi serta pelayanan sesuai kewenangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman sekaligus menjaga fungsi aliran sungai.
Dari Kepatihan, semangat gotong royong kembali menunjukkan bahwa menjaga kebersihan sungai bukan pekerjaan satu pihak. Ketika warga, kelurahan, dan pemerintah bergerak bersama, persoalan sampah dapat ditangani dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat. (slt)