logo ppid jember kim
Oleh : RSD. Kalisat

WORKSHOP DIAGNOSTIC ASSESMENT MANAJEMEN RISIKO BLUD RUMAH SAKIT UMUM DI WILAYAH PROVINSI JAWA TIMUR

  • 21 April 2026
  • Dibaca 201 Kali
Bagikan Via:
workshop-diagnostic-assesment-manajemen-risiko-blud-rumah-sakit-umum-di-wilayah-provinsi-jawa-timur-20260421

WORKSHOP DIAGNOSTIC ASSESMENT MANAJEMEN RISIKO BLUD RUMAH SAKIT UMUM DI WILAYAH PROVINSI JAWA TIMUR

Dalam rangka peningkatan kualitas penerapan manajemen risiko di BLUD RSUD, RSD Kalisat mengikuti kegiatan Workshop Diagnostic Assessment Manajemen Risiko pada BLUD RSUD di Wilayah Provinsi Jawa Timur. Untuk kelancaran kegiatan tersebut, RSD Kalisat menugaskan 1 (satu) orang personel pengelola manajemen risiko, atas nama Fika Asis Armadani, A.Md.Tem. Workshop berlangsung pada hari Kamis, 16 April 2026, dimulai pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB. Bertempat di Aula Argopuro Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur Lantai 2 ( jl. Raya BAndara Juanda No. 38, Sidoarjo) dengan dihadiri perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah yang berada di Jawa Timur. Tujuan Kegiatan ini adalah mengidentifikasi kelemahan maturitas Manajemen Risiko pada BLUD Rumah Sakit.

Materi yang disampaikan mengenai Penilaian maturitas Manajemen Risiko yang dibagi menjadi 3 aspek utama. Pertama aspek perencanaan, menilai kualitas perencanaan risiko, kuncinya perencanaan harus selaras, logis dan terukur. Kedua aspek kapabilitas, menilai kemampuan organisasi dalam menjalan Manajemen Risiko, kuncinya Kapabilitas = struktur + SDM + proses + Komitmen pimpinan. Dan yang ketiga aspek hasil, menilai output dan dampak Manajemen Risiko, kuncinya manajemen Risiko tidak hanya dibuat, tapi harus berdampak nyata.

Manajemen risiko BLUD Rumah Sakit yang matang adalah : Terintegrasi dari perencanaan, pelaksanaan, pengambilan keputusan, hingga hasil nyata (penurunan risiko). Tujuan utama dari Workshop Diagnostic Assessment Manajemen Risiko BLUD Rumah Sakit Umum adalah untuk mengevaluasi, mengukur, dan meningkatkan kemampuan rumah sakit dalam mengidentifikasi, menganalisis, serta mengendalikan risiko yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan strategis, pelayanan klinis, maupun keuangan. Workshop ini umumnya melibatkan pendampingan dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) untuk memberikan asistensi penyusunan manajemen risiko secara terstruktur.

Galeri Foto