Hadir Saat Dibutuhkan, BPBD Jember Tuntaskan Rekonstruksi Rumah Korban Bencana di Desa Serut
- 16 Maret 2026
- Dibaca 247 Kali
Bagikan Via:
Hadir Saat Dibutuhkan, BPBD Jember Tuntaskan Rekonstruksi Rumah Korban Bencana di Desa Serut
JEMBER, 16 MARET 2026 - Negara tidak sekadar hadir di atas kertas, tetapi juga dalam bentuk kepedulian yang menyentuh fondasi rumah warga.
Senin 16 Maret 2026 di Dusun Tenggiling, Desa Serut, Kecamatan Panti, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember membuktikan komitmennya sebagai garda terdepan dalam respons kemanusiaan.
Hari itu, sebuah hunian yang sempat ambruk diterjang amuk angin kencang, kini berdiri tegak kembali, siap menjadi tempat bernaung yang aman bagi pemiliknya, Samiati.
Kepala Pelaksana BPBD Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., hadir langsung di lokasi untuk melakukan serah terima sekaligus meninjau hasil akhir rekonstruksi.
Di bawah pengawasannya, BPBD Jember memastikan bahwa setiap sudut bangunan telah melalui proses pengerjaan yang presisi, memenuhi standar kelayakan, dan memberikan jaminan keamanan bagi penghuninya.
“Proses pemulihan ini adalah cerminan dari komitmen pemerintah. Kami memastikan bahwa setiap tahapan rehabilitasi berjalan sesuai perencanaan, agar warga yang terdampak tidak hanya sekadar memiliki atap, tetapi juga rasa aman yang terjaga,” ujar Edy di sela-sela peninjauan.
Kehadiran BPBD Jember ini menjadi bukti kesigapan instansi pemerintah dalam melakukan manajemen bencana yang komprehensif. Mulai dari respons darurat hingga fase pemulihan.
Sejak bencana menerjang pada 24 Desember 2025 lalu, BPBD Jember segera bergerak cepat menyalurkan logistik darurat sebagai penopang kehidupan awal, hingga akhirnya mengawal proses pembangunan kembali rumah tersebut secara bertahap.
Kolaborasi menjadi kunci utama kesuksesan ini. BPBD Jember berhasil memadukan sinergi berbagai elemen, mulai dari Pemerintah Desa Serut, Pemerintah Kecamatan Panti, hingga keterlibatan aktif masyarakat melalui komunitas Warga Ajung Peduli.
Upaya gotong royong yang dimulai dari pembersihan puing pada pertengahan Januari 2026 hingga selesainya konstruksi total pada akhir Februari, menjadi saksi bagaimana profesionalisme birokrasi mampu bersanding serasi dengan semangat kerakyatan.
Samiati, yang kini berdiri di teras rumah barunya, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, bantuan dari BPBD Jember adalah jawaban atas doa-doanya di masa sulit.
“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Pemkab Jember. Perhatian dan bantuan ini membuat saya merasa tidak berjuang sendirian. Rumah saya kini sudah layak, dan yang terpenting, terasa jauh lebih aman,” ucapnya dengan nada syukur.
Sebagai langkah pamungkas, BPBD Jember juga telah memberikan rekomendasi kepada perangkat daerah teknis untuk melanjutkan pembangunan fasilitas sanitasi tambahan.
Langkah ini menunjukkan bahwa pelayanan pemerintah tidak berhenti pada selesainya fisik bangunan, melainkan berlanjut hingga memastikan standar kesehatan dan kenyamanan hidup warga tetap terjamin.
Di Dusun Tenggiling, hari ini menjadi penanda bahwa kehadiran pemerintah daerah yang dinakhodai Bupati Jember, Muhammad Fawait, bukan sekadar formalitas semata. Melainkan wujud pengabdian untuk menjaga nyawa dan menghidupkan kembali harapan masyarakat Jember. (bob)