BPBD JEMBER LAKUKAN ASESMEN KEKERINGAN DI SIDODADI DAN ANTIROGO, 572 KK TERDAMPAK
- 09 Oktober 2024
- Dibaca 385 Kali
Bagikan Via:
BPBD JEMBER LAKUKAN ASESMEN KEKERINGAN DI SIDODADI DAN ANTIROGO, 572 KK TERDAMPAK
Pada hari Selasa, tanggal 8 Oktober 2024, tim dari BPBD Kabupaten Jember melaksanakan giat asesmen terkait kejadian kekeringan di Dusun Mandiku, Desa Sidodadi, Kecamatan Tempurejo. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan SK Bupati Jember Nomor 188.45/277/1.12/2024 yang menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, kebakaran hutan, dan lahan tahun 2024, serta surat permohonan bantuan air bersih dari desa.
Hasil asesmen menunjukkan bahwa 434 kepala keluarga (KK) terdampak di RW 06 dan 138 KK di RW 07. Pemantauan kondisi sumur di wilayah ini menunjukkan bahwa banyak sumur dengan kedalaman 7-10 meter sudah kering, sementara upaya pengeboran tidak membuahkan hasil karena air yang keluar tidak layak konsumsi.
Kondisi terkini menunjukkan bahwa tidak ada sistem pipanisasi di wilayah terdampak, dan sungai terdekat yang berjarak 2 km hanya dapat digunakan untuk mandi, bukan untuk konsumsi. Untuk mengatasi masalah ini, pihak desa telah melakukan distribusi air bersih mandiri menggunakan dana desa, dengan total distribusi mencapai 9 kali.
Mengingat situasi ini, tim merekomendasikan distribusi dua tandon pinjam pakai dengan kapasitas 5.500 liter di lokasi strategis, serta penggunaan alkon untuk distribusi mandiri. Kesimpulannya, wilayah RW 06 dan RW 07 yang terdiri dari 572 KK (1.721 jiwa) masih sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain itu, pada hari yang sama, pada pukul 17.00 WIB, tim juga melakukan asesmen di RT 002 dan 003 RW 012, Kelurahan Antirogo. Dari hasil asesmen ini, jumlah KK yang terdampak meningkat menjadi 110, dengan situasi kekeringan yang semakin meluas. Tim merekomendasikan peminjaman dua tandon air di masing-masing RT untuk memudahkan akses air bersih bagi warga.