logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Distribusi Air Bersih ke-10 BPBD Jember Jangkau 125 KK Terdampak Kekeringan di Dusun Bunder Pakusari

  • 22 Juli 2026
  • Dibaca 30 Kali
Bagikan Via:
distribusi-air-bersih-ke-10-bpbd-jember-jangkau-125-kk-terdampak-kekeringan-di-dusun-bunder-pakusari-20260723

Distribusi Air Bersih ke-10 BPBD Jember Jangkau 125 KK Terdampak Kekeringan di Dusun Bunder Pakusari

Jember, Rabu 22 Juli 2026 - Musim kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Jember terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebagai bentuk respons terhadap kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melaksanakan distribusi bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. Kegiatan distribusi air bersih ke-10 ini berlangsung pada Rabu 22 Juli 2026 di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, dengan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, PMI Jember, perangkat RT/RW, serta masyarakat setempat.

Distribusi air bersih dilakukan sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, sekaligus merespons Surat Permohonan Desa Sumberpinang mengenai kebutuhan air bersih bagi warga. Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD pada 1 Juli 2026, Dusun Bunder mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit air selama musim kemarau. Sebagian sumur warga mengalami penyusutan volume air, sementara sumur lainnya menghasilkan air yang keruh bercampur lumpur sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebanyak 125 kepala keluarga menjadi sasaran distribusi bantuan pada kegiatan kali ini. Rinciannya meliputi sekitar 45 kepala keluarga di RT 02 RW 13 dari total sekitar 80 kepala keluarga, serta 80 kepala keluarga di RT 03 RW 13 dari total sekitar 100 kepala keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut sangat bergantung pada bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari memasak, minum, hingga kebutuhan sanitasi rumah tangga.

Kegiatan diawali pada pukul 09.30 WIB, ketika tim BPBD Kabupaten Jember bersama PMI berangkat menuju lokasi terdampak. Setibanya di Dusun Bunder sekitar pukul 10.00 WIB, petugas langsung menyalurkan air bersih ke tandon-tandon yang telah disiapkan warga serta melakukan pembagian kepada masyarakat yang membutuhkan. Pada kesempatan tersebut, PMI Jember mendistribusikan sekitar 4.000 liter air bersih, sehingga kebutuhan air masyarakat untuk sementara waktu dapat terpenuhi. Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 13.00 WIB, kemudian tim kembali ke Markas Komando BPBD setelah memastikan distribusi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Berdasarkan hasil asesmen sebelumnya, persoalan utama yang dihadapi warga tidak hanya disebabkan oleh menurunnya debit air tanah, tetapi juga belum optimalnya pemanfaatan sumber air alternatif. Sumur bor yang berada sekitar 600 meter dari permukiman warga sebenarnya berpotensi menjadi sumber pasokan air bersih, namun hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedia meteran listrik dan jaringan pipa yang menghubungkan sumur tersebut dengan kawasan permukiman. Kondisi tersebut membuat masyarakat masih bergantung pada distribusi bantuan air bersih selama musim kemarau berlangsung.

Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Gayuh, menjelaskan bahwa distribusi air bersih dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama status siaga darurat masih berlangsung. Menurutnya, BPBD bersama PMI terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.

"Distribusi air bersih ini merupakan bentuk respons cepat BPBD bersama PMI dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan. Hasil asesmen menunjukkan sebagian sumur warga mengalami penurunan debit bahkan airnya sudah keruh sehingga tidak layak digunakan. Karena itu kami terus melakukan distribusi secara berkala, sekaligus memantau perkembangan kondisi di lapangan agar masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih selama musim kemarau berlangsung," ujar Gayuh, Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember.

BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih tetap dilaksanakan setiap dua hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung atau hingga sumber air masyarakat kembali mencukupi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat keterbatasan akses terhadap air layak konsumsi. Sinergi antara pemerintah daerah, PMI, pemerintah desa, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan penanganan dampak kekeringan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (BOB)

Galeri Foto