KIM Reng Tegalgede Jadi Rujukan Pengelolaan Limbah Organik Maggot.
- 12 Mei 2026
- Dibaca 131 Kali
Bagikan Via:
KIM Reng Tegalgede Jadi Rujukan Pengelolaan Limbah Organik Maggot.
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Reng Tegalgede kembali menunjukkan perannya sebagai wadah informasi dan pemberdayaan masyarakat. Pada Jumat, 8 Mei 2026, KIM Reng Tegalgede menerima kunjungan tamu dari warga RW 6 Tegalgede yang juga merupakan influencer Pak Endung serta dari Kelurahan Sumbersari Pak Yuli dkk, dalam rangka belajar dan berbagi pengalaman mengenai program Maggot yang berkembang di wilayah Kelurahan Tegalgede.
Kegiatan berlangsung di Gedung RUMANTIS, para tamu disambut langsung oleh Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, S.T., M.M., bersama Ketua KIM Sudarmawan dan tim. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat sejak awal kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarwilayah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak berdiskusi mengenai berbagai program sosial kemasyarakatan yang telah berjalan di Tegalgede, khususnya konsep yang dinilai mampu memperkuat solidaritas dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan.
Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, S.T., M.M., menyampaikan apresiasinya atas semangat belajar dan sinergi yang dibangun antarwilayah. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi langkah positif untuk memperluas wawasan serta mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Semoga melalui kegiatan ini dapat tercipta kolaborasi yang baik antarwilayah. Apa yang sudah berjalan di Tegalgede tentu masih terus belajar dan berkembang, sehingga harapannya bisa menjadi inspirasi bersama dalam membangun lingkungan yang guyub dan mandiri,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KIM Reng Tegalgede, Sudarmawan, menjelaskan bahwa KIM tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan penggerak kegiatan sosial masyarakat. Dengan adanya kunjungan tersebut, pihaknya berharap tercipta pertukaran ide dan pengalaman yang dapat diterapkan di masing-masing wilayah.
Dialog interaktif pun berlangsung penuh antusias. Berbagai pembahasan mencakup penguatan peran masyarakat, pentingnya gotong royong, hingga strategi membangun komunikasi yang harmonis antarwarga. Para peserta juga berkesempatan melihat langsung aktivitas dan konsep pemberdayaan yang dijalankan di Tegalgede.
Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari sinergi yang lebih luas ke depan. Tidak hanya sebagai ajang studi inspiratif, namun juga menjadi momentum memperkuat jejaring sosial dan semangat kebersamaan demi terciptanya masyarakat yang lebih aktif, peduli, dan berdaya.