logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Menginisiasi Petani Peneliti Melalui Demplot Swadaya

  • 11 November 2022
  • Dibaca 23045 Kali
Bagikan Via:
menginisiasi-petani-peneliti-melalui-demplot-swadaya

Menginisiasi Petani Peneliti Melalui Demplot Swadaya

Pada Hari Kamis Tanggal 10 November 2022 telah dilaksanakan kegiatan Demonstrasi plot (demplot) swadaya. Demplot adalah salah satu metode penyuluhan yang dipilih oleh penyuluh pertanian agar teknologi yang diinformasikan lebih mudah diterima petani, sehingga petani diharapkan lebih cepat tahu, mau dan mampu melaksanakan kegiatan pertanian dengan contoh yang nyata.

Demplot Swadaya yang dilakukan oleh Kelompok Tani Tirto Mulyo I Desa Sukamakmur Kecamatan Ajung adalah penerapan atau aplikasi PGPR/Mol Akar yang dikombinasikan dengan pupuk organik padat dari kotoran ternak kambing dan pupuk cair dari daun Kipait yang diolah sendiri oleh anggota kelompok. Demplot dilakukan pada tanaman padi varietas Ciherang, untuk aplikasi pertama umur 10 hst dan diulang selang 7 hari sampai tanaman padi memasuki fase bunting.

Percontohan (demonstrasi) PGPR dirasa perlu mengingat anggota kelompok tani masih banyak yang belum mengetahui manfaatnya untuk tanaman. PGPR mampu memacu pertumbuhan tanaman dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga juga sebagai tambahan bagi kompos serta mempercepat proses pengomposan. Jadi selain dapat berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan, mol akar/PGPR juga bermanfaat sebagai pestisida hayati pengendali OPT. Selain PGPR, juga dilakukan pengaplikasian pupuk cair Kipait yang merupakan sumber unsur hara N (nitrogen) yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman sebagai pengganti pupuk kimia (urea). Dengan aplikasi dari kombinasi bahan di atas diharapkan mampu mengurangi/menggantikan pemakaian pupuk kimia minimal sebesar 50 persen bahkan lebih dan tanaman lebih sehat sehingga dapat mengurangi pemakaian pestisida kimia juga.

Munculnya inisiatif untuk melaksanakan demplot swadaya dapat merubah cara pandang petani dari yang semula konvensional menjadi petani peneliti yang inovatif. Kelompok Tirto Mulyo I berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi dan menerapkan pertanian berkelanjutan di tengah sulitnya mendapatkan pupuk kimia bersubsidi. Keterbatasan ini tidak membuat mereka terbuai dalam keluh berkepanjangan, dan tidak pula menyurutkan semangat untuk terus berinovasi supaya pangan tetap tersedia.