Laporan "Wadul Guse" Direspons Cepat, Tegal Besar Siapkan Tim Pemburu Sampah
- 13 Maret 2026
- Dibaca 184 Kali
Bagikan Via:
Laporan "Wadul Guse" Direspons Cepat, Tegal Besar Siapkan Tim Pemburu Sampah
JEMBER, 13 MARET 2026 – Kekuatan media sosial dan kanal pengaduan publik kembali membuktikan taringnya. Keluhan warga mengenai tumpukan sampah yang berserakan di tepi jalan kawasan Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, langsung mendapat respons kilat dari Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH).
Laporan yang masuk melalui platform "Wadul Guse" (sebuah kanal aspirasi warga Jember) ini menyoroti pemandangan kumuh dan bau tidak sedap di salah satu titik vital Tegal Besar. Tak butuh waktu lama, tim kebersihan dan pihak kelurahan langsung turun ke lapangan untuk memetakan solusi jangka panjang.
Masalah sampah di tepi jalan seringkali menjadi "penyakit" musiman di kawasan padat penduduk. Kurangnya kesadaran oknum yang membuang sampah sembari melintas (dumping) membuat estetika Tegal Besar terganggu. Beruntung, sistem Wadul Guse membuat birokrasi bergerak lebih dinamis.
DPRKPLH Jember segera berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kaliwates dan Kelurahan Tegal Besar untuk melakukan pembersihan darurat sekaligus merancang sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri di tingkat lingkungan.
Menanggapi keluhan warganya yang viral tersebut, Lurah Tegal Besar, Maria Hardajanti, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin hanya sekadar melakukan pembersihan sesaat (pemadam kebakaran), melainkan ingin menciptakan sistem yang berkelanjutan.
Maria menegaskan bahwa pihak kelurahan telah menyiapkan strategi khusus agar sampah tidak lagi menumpuk di pinggir jalan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
"Kami akan segera menangani ini, dan kami sudah mempunyai solusi yaitu sebuah tim kebersihan yang akan keliling untuk mengumpulkan sampah," ujar Maria, optimistis.
Menariknya, solusi yang ditawarkan Maria bukan sekadar mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kelurahan Tegal Besar akan mulai menerapkan konsep ekonomi sirkular dalam skala kecil guna mengurangi beban sampah di Jember.
"Lalu akan dipilah-pilih antara sampah organik dan anorganik untuk dimanfaatkan ulang," tambah Maria. Rencana aksi ini meliputi: Tim Kebersihan Keliling, Edukasi Pemilahan, Pemanfaatan Ulang Sampah organik dan anorganik yang bernilai ekonomi akan disalurkan ke bank sampah.
Langkah responsif dari DPRKPLH dan Kelurahan Tegal Besar ini menjadi angin segar bagi warga Kecamatan Kaliwates. Namun, Maria juga mengingatkan bahwa peran masyarakat adalah kunci utama. Penertiban PKL yang sebelumnya dilakukan di wilayah ini tidak akan maksimal jika masalah sampah belum tertangani dengan baik oleh kesadaran kolektif.
Dengan adanya tim keliling dan program pemilahan ini, diharapkan kawasan Tegal Besar tidak lagi menjadi langganan "sampah kiriman" dan berubah menjadi wilayah yang asri sesuai cita-cita pembangunan Jember di tahun 2026.