Miris! Sumur Warga Mengering, 90 KK di Jember Harus Jalan 1 Km Cari Air
- 09 September 2026
- Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
Miris! Sumur Warga Mengering, 90 KK di Jember Harus Jalan 1 Km Cari Air
JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 – Musim kemarau membuat sebagian warga di Lingkungan Baratan Timur, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mencari air hingga sekitar satu kilometer dari permukiman karena sumur mulai mengering dan sumber air di sekitar wilayah mereka semakin terbatas.
Kesulitan air bersih ini dirasakan warga sejak Agustus 2026. Terutama masyarakat di RT 02 dan RT 03 RW 09 yang hingga kini belum memiliki jaringan pipanisasi. Sebagian besar sumur warga mulai mengalami penurunan debit, bahkan air yang tersisa dilaporkan dalam kondisi keruh.
Sementara itu, sungai yang selama ini menjadi salah satu sumber air alternatif warga juga tidak lagi dapat diandalkan. Sungai yang berjarak sekitar 700 meter dari permukiman telah mengering dan kondisinya tidak layak digunakan.
Akibatnya, sebagian warga terpaksa membeli air galon atau air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga lainnya memilih mengambil air dari wilayah Baratan Wetan yang berjarak sekitar satu kilometer dari tempat tinggal mereka.
Berdasarkan hasil pendataan, terdapat sekitar 90 kepala keluarga yang membutuhkan dukungan air bersih. Di RT 02/RW 09, dari sekitar 150 KK, kurang lebih 40 KK mengalami kebutuhan air bersih. Sementara di RT 03/RW 09, dari sekitar 200 KK, sekitar 50 KK membutuhkan pasokan air.
Menindaklanjuti permohonan bantuan air bersih dari Kelurahan Baratan, BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait melakukan pendampingan distribusi air bersih pada Rabu, 09 September 2026. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB untuk melakukan koordinasi, pendampingan distribusi serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Provinsi Jawa Timur mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih yang ditampung pada tandon BPBD yang telah tersedia di lokasi. Secara keseluruhan terdapat empat unit tandon BPBD yang disiapkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air warga.
Untuk RT 03/RW 09, pangkon tandon telah tersedia di halaman rumah warga. Sementara di RT 02/RW 09, terdapat dua tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter dengan pangkon yang telah siap digunakan.
Menurut Iwan Mujiartono, TRC BPBD Jember, distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah penanganan sementara untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.
“Distribusi ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga yang mengalami kesulitan akibat kondisi sumur yang mulai mengering dan sumber air di sekitar permukiman yang semakin terbatas,” ujar Iwan Mujiartono.
Ia menambahkan, kondisi di lokasi saat pelaksanaan distribusi berlangsung aman dan terkendali. BPBD juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan sebanyak 5.000 liter setiap dua hari sekali. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air bagi sekitar 90 KK yang saat ini membutuhkan dukungan.
Selain distribusi air, penanganan lebih lanjut juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan ketersediaan sumber air dan akses pipanisasi di wilayah tersebut.
Kegiatan distribusi air bersih selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif dengan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat kelurahan, RT/RW, serta masyarakat setempat. (bob)