105 KK di Antirogo Jember Terdampak Kekeringan, BPBD Siapkan Distribusi Air Bersih
- 21 Oktober 2026
- Dibaca 117 Kali
Bagikan Via:
105 KK di Antirogo Jember Terdampak Kekeringan, BPBD Siapkan Distribusi Air Bersih
JEMBER, 21 OKTOBER 2026 - Kekeringan mulai berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga di Lingkungan Jambuan, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut dilaporkan mengalami penurunan ketersediaan air akibat sumur warga mengering.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen kondisi kekeringan di wilayah tersebut pada Rabu, 21 Oktober 2026. Asesmen dilakukan setelah BPBD menerima surat dari Kelurahan Antirogo terkait permohonan bantuan air bersih.
Anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, Naringga, mengatakan, hasil pengecekan bersama perangkat RT dan RW menunjukkan sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan.
"Sumur warga yang kami cek memiliki kedalaman sekitar 12 sampai 15 meter. Ketersediaan airnya menurun, bahkan sebagian sumur sudah mengering hingga terlihat dasarnya," kata Naringga setelah melakukan asesmen.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat air yang masih tersedia di sejumlah sumur tidak layak digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Warga akhirnya harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk kebutuhan memasak dan minum, sebagian warga mengambil air dari kawasan Waterboom Kaliurang yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman. Air tersebut diangkut warga menggunakan sepeda.
Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga memanfaatkan air sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah. Kondisi itu membuat warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk memenuhi kebutuhan air dasar.
Warga juga telah berupaya mempertahankan ketersediaan air dengan membuat resapan. Air dari sungai dialirkan menuju sekitar sumur warga sebagai salah satu upaya untuk menjaga sumber air.
"Upaya masyarakat sudah dilakukan, termasuk membuat resapan dengan mengalirkan air dari sungai ke sekitar sumur. Namun, warga tetap membutuhkan bantuan air bersih, terutama untuk memasak dan minum," ujar Naringga.
TRC BPBD Jember mendatangi lokasi sekitar pukul 10.20 WIB. Tim melakukan koordinasi dengan RT/RW, asesmen kondisi warga, dokumentasi, serta pengecekan langsung terhadap sejumlah sumur.
Berdasarkan hasil asesmen, BPBD merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter per hari untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. BPBD juga telah memiliki dua tandon di lokasi kekeringan dan merekomendasikan penambahan satu tandon berkapasitas 1.200 liter.
"Rekomendasi kami adalah distribusi air bersih secara rutin sebanyak 5.000 liter per hari dan penambahan satu tandon 1.200 liter. Pengiriman akan disesuaikan dengan kesiapan pangkalan," kata Naringga.
BPBD Jember juga akan meneruskan hasil asesmen tersebut kepada dinas terkait agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Hasil asesmen ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama kondisi kekeringan berlangsung. (tgh)