logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

JEMBER SIAGA BANJIR DAN LONGSOR, RATUSAN PERSONEL GABUNGAN IKUTI APEL GELAR PASUKAN

  • 05 November 2026
  • Dibaca 106 Kali
Bagikan Via:
jember-siaga-banjir-dan-longsor-ratusan-personel-gabungan-ikuti-apel-gelar-pasukan-20261106

JEMBER SIAGA BANJIR DAN LONGSOR, RATUSAN PERSONEL GABUNGAN IKUTI APEL GELAR PASUKAN

JEMBER, 5 November 2026 – Ratusan personel gabungan mengikuti Apel Siaga Tanggap Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Jalan Sudarman, tepat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Kamis (5/11/2026) pukul 07.30 WIB.

Apel yang digelar Kepolisian Resor Jember tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Resor Jember, KOMPOL Anthonio Effan Sulaiman, S.I.K., M.A. Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., sekaligus mewakili Bupati Jember, serta unsur Kodim 0824/Jember, DPRD Kabupaten Jember, Pengadilan Negeri Jember, Kejaksaan Negeri Jember, Dinas Kehutanan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Basarnas Pos SAR Jember, ORARI, RAPI, PMI, dan Relawan Tagana.

Apel siaga ini merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kepala Kepolisian Republik Indonesia Nomor STR/2398/IX/OPS.2./2026 tanggal 14 September 2026 tentang adanya peristiwa bencana alam berupa kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, serta erupsi gunung berapi di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan surat undangan Kapolres Jember Nomor B/Und-1653/XI/REN.4.4./2026 tanggal 3 November 2026, setiap pimpinan instansi diminta hadir dan mengikutsertakan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel dengan membawa perlengkapan sarana penanggulangan bencana yang dimiliki.

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Dr. Drs. Edy Budi Susilo, M.Si., menegaskan bahwa apel siaga ini bukan sekadar seremonial, melainkan untuk memastikan kesiapan nyata di lapangan. Personel, sarana, dan prasarana harus dipastikan siap bergerak kapan pun dibutuhkan.

“Yang kami cek hari ini bukan hanya jumlah personel, tetapi juga kesiapan peralatannya seperti perahu karet, gergaji mesin, tenda pengungsian, hingga alat komunikasi harus dipastikan berfungsi,” ujar Edy Budi Susilo.

“Banjir dan longsor itu datangnya cepat. Kalau koordinasi kita lambat, korbannya masyarakat. Karena itu, apel ini untuk memperkuat sinergitas. BPBD tidak bisa bekerja sendiri, butuh TNI, Polri, Basarnas, dan relawan,” tegasnya.

Rangkaian apel berlangsung lancar, tertib, aman, dan kondusif. Dalam apel tersebut dilakukan pemeriksaan pasukan dan pengecekan peralatan penanggulangan bencana dari masing-masing instansi sebagai bentuk kesiapan operasional.

Edy Budi Susilo menambahkan, kesiapsiagaan tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga melalui mitigasi, pemantauan wilayah, dan penguatan komunikasi dengan pemerintah kecamatan, desa, relawan, dan unsur terkait lainnya.

“Prinsipnya kami siap mendukung upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Jember. Setiap personel harus memahami tugas dan fungsinya, sementara peralatan harus dipastikan siap digunakan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras terjadi lebih dari dua jam secara terus-menerus. Masyarakat diminta melaporkan tanda-tanda awal bencana, seperti kenaikan debit air sungai atau retakan tanah di lereng, kepada BPBD atau aparat terdekat.

Dengan digelarnya apel siaga ini, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Polres Jember dan seluruh unsur terkait menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari ancaman bencana banjir dan tanah longsor pada musim hujan tahun 2026.(tgh)

Galeri Foto