logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Patrang

Camat Patrang Tinjau Sejumlah Lahan Potensial untuk Usulan Program Budidaya Ikan Lele dan Nila

  • 13 Oktober 2026
  • Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
camat-patrang-tinjau-sejumlah-lahan-potensial-untuk-usulan-program-budidaya-ikan-lele-dan-nila-20261014

Camat Patrang Tinjau Sejumlah Lahan Potensial untuk Usulan Program Budidaya Ikan Lele dan Nila

JEMBER, 13 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Patrang mulai menjajaki potensi pengembangan budidaya ikan air tawar sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Camat Patrang, Musyaffa, S.HI., M.M., melakukan survei awal terhadap sejumlah lahan di lima kelurahan pada Selasa, 13 Oktober 2026, untuk mengidentifikasi lokasi yang berpotensi diusulkan dalam program budidaya ikan lele dan nila.

Survei tersebut menyasar Kelurahan Baratan, Bintoro, Jumerto, Slawu, dan Jember Lor. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan yang memungkinkan dikembangkan menjadi lokasi budidaya ikan air tawar.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah kemungkinan pemanfaatan lahan aset Pemerintah Kabupaten Jember. Namun, pemanfaatannya tetap perlu mempertimbangkan status kepemilikan, peruntukan lahan, kesesuaian tata ruang, ketersediaan sumber air, aksesibilitas, serta kondisi lingkungan yang mendukung kegiatan budidaya.

Musyaffa mengatakan, survei awal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai potensi wilayah sekaligus mempersiapkan bahan usulan program kepada Pemerintah Kabupaten Jember.

“Survei ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi potensi lahan di wilayah Kecamatan Patrang. Kami ingin memastikan bahwa lokasi yang nantinya diusulkan benar-benar memiliki potensi dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk pengembangan budidaya ikan air tawar,” ujar Musyaffa.

Menurut rencana, penjajakan tersebut berkaitan dengan program budidaya ikan darat tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang diarahkan untuk mendorong pengembangan budidaya ikan lele dan nila di tingkat desa atau kelurahan.

Pelaksanaannya dapat melibatkan penyediaan sarana budidaya dan fasilitas pendukung produksi sesuai dengan desain serta ketentuan program. Sarana tersebut berpotensi mencakup sistem kolam dan fasilitas penyimpanan pakan. Meski demikian, bentuk bantuan dan spesifikasi fasilitas yang akan diberikan masih perlu dipastikan melalui informasi resmi penyelenggara program.

Apabila rencana tersebut berlanjut ke tahap pengusulan dan memenuhi persyaratan, pengembangan budidaya ikan air tawar diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Selain berpotensi meningkatkan produksi ikan, kegiatan ini juga dapat mendorong aktivitas ekonomi produktif di tingkat kelurahan.

Pemanfaatan lahan secara produktif juga menjadi salah satu peluang yang dapat dikaji lebih lanjut, sepanjang sesuai dengan ketentuan pengelolaan aset pemerintah dan kebutuhan program. Dengan demikian, pengembangan budidaya ikan tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Kami berharap potensi yang ada di setiap kelurahan dapat dipetakan dengan baik sehingga penyusunan usulan nantinya lebih terarah. Jika memenuhi persyaratan dan mendapat dukungan melalui mekanisme yang berlaku, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Hasil survei selanjutnya akan menjadi bahan awal untuk pembahasan dan penyusunan usulan melalui Pemerintah Kabupaten Jember. Lokasi yang ditinjau belum ditetapkan sebagai lokasi program, sedangkan peluang memperoleh bantuan masih bergantung pada proses pengusulan, verifikasi, penilaian, dan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui penjajakan ini, Kecamatan Patrang berharap potensi wilayah dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi yang produktif dan berkelanjutan. Pengembangan budidaya lele dan nila diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif penguatan ekonomi lokal apabila didukung oleh kesiapan lahan, pengelolaan yang tepat, serta keterlibatan masyarakat. (naf)

Galeri Foto