105 KK di Sumberpinang Pakusari Krisis Air Bersih, BPBD Jember Salurkan 17.500 Liter Air
- 19 Oktober 2026
- Dibaca 268 Kali
Bagikan Via:
105 KK di Sumberpinang Pakusari Krisis Air Bersih, BPBD Jember Salurkan 17.500 Liter Air
JEMBER, 19 OKTOBER 2026 - Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) di Dusun Krajan, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. Kondisi itu terjadi setelah sumur-sumur warga mengering selama musim kemarau.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kemudian melakukan distribusi air bersih ke wilayah tersebut pada Senin, 19 Oktober 2026. Penyaluran ini merupakan distribusi air bersih ke-5 bagi warga terdampak kekeringan di Sumberpinang.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Iwan Mujiartono, mengatakan persoalan kekeringan mulai dirasakan warga sejak Agustus 2026. Saat itu, debit air pada sumur-sumur warga mulai mengalami penurunan.
“Sejak Agustus volume debit air sumur warga terus menurun. Kemudian pada September, sumur warga semakin mengering. Dengan kedalaman sekitar 15 meter, sumur tersebut sudah tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Iwan, Senin.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan karena Dusun Krajan belum memiliki jaringan pipanisasi yang mengalir langsung ke rumah warga.
Untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci, warga harus mengambil air dari sumber atau sungai yang berjarak sekitar 500 meter. Namun, air tersebut kotor sehingga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak. Sebagian warga akhirnya membeli air dalam galon.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, TRC BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (19/10/2026). Setelah tiba, petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat RT dan RW untuk memastikan titik serta kebutuhan distribusi air bersih.
Petugas kemudian menyalurkan air bersih ke tandon-tandon yang telah tersedia di permukiman warga. Tandon tersebut digunakan sebagai tempat penampungan agar air dapat dimanfaatkan warga secara bergantian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di lokasi terdapat empat tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter milik BPBD. Selain itu, terdapat satu tandon milik warga dengan kapasitas 2.200 liter.
“Setelah tiba, kami berkoordinasi dengan RT dan RW, kemudian melakukan distribusi air bersih ke tandon yang tersedia. Setelah proses distribusi dan dokumentasi selesai, kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB,” ujar Iwan.
Berdasarkan pendataan BPBD, sebanyak 60 KK di RT 02 RW 02 membutuhkan pasokan air bersih. Sementara di RT 02 dan RT 03 RW 01 terdapat 45 KK yang juga mengalami kesulitan air bersih. Total terdapat 105 KK yang membutuhkan bantuan air.
Hingga 14 Oktober 2026, BPBD mencatat total 17.500 liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah tersebut.
BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih kembali dilakukan secara berkala, yakni setiap empat hari sekali, selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
“Kami merekomendasikan distribusi air bersih dilakukan empat hari sekali ke lokasi terdampak agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” kata Iwan.
Dalam kegiatan distribusi tersebut tidak ditemukan kendala. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat RT/RW, dan warga setempat. (tgh)