117 KK di Tempurejo Jember Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 5.000 Liter Air Bersih
- 15 Oktober 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
117 KK di Tempurejo Jember Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 5.000 Liter Air Bersih
JEMBER, 15 OKTOBER 2026 - Sebanyak 117 kepala keluarga (KK) di Dusun Sumberjo, Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, terdampak kekeringan. Kondisi tersebut membuat warga membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah tersebut, Kamis, 15 Oktober 2026. Distribusi dilakukan sebagai respons atas permohonan bantuan dari Pemerintah Desa Pondokrejo.
Petugas TRC BPBD Jember tiba di lokasi dan menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih ke tandon yang telah tersedia di permukiman warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Tim TRC BPBD Jember juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa, ketua RT dan RW, serta warga selama proses distribusi. Selain penyaluran air, petugas memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan dan langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapi keterbatasan air.
M. Zaenudin Permana, anggota TRC BPBD Kabupaten Jember, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk penanganan sementara untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air.
"Air bersih sebanyak 5.000 liter kami distribusikan ke tandon yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak," kata Zaenudin.
Berdasarkan pendataan di lapangan, dampak kekeringan tersebar di tiga titik. Sebanyak 45 KK berada di RT 02 RW 05, 50 KK di RT 03 RW 05, dan 22 KK lainnya berada di RT 03 RW 04. Total terdapat 117 KK yang terdampak.
BPBD Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni menggunakan tangki berkapasitas 5.000 liter setiap empat hari sekali. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Selain bantuan air bersih, BPBD juga mendorong adanya solusi jangka panjang. Salah satunya pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air warga. BPBD juga akan meneruskan kondisi tersebut kepada organisasi perangkat daerah terkait agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Untuk jangka panjang, kami merekomendasikan pembuatan sumur bor sehingga kebutuhan air warga tidak hanya bergantung pada distribusi bantuan," ujar Zaenudin.
Selama kegiatan berlangsung, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali. Distribusi air berjalan kondusif tanpa kendala. Penanganan melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat Desa Pondokrejo, RT/RW, serta masyarakat setempat.
BPBD memastikan pemantauan dan distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan warga terdampak. Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan air dalam kondisi darurat, tetapi juga mencari sumber air alternatif agar persoalan kekeringan dapat ditangani secara berkelanjutan. (tgh)