120 KK Terancam Krisis Air Bersih, Warga Kaliwining Mulai Andalkan Bantuan Pemerintah
- 06 November 2026
- Dibaca 2 Kali
Bagikan Via:
120 KK Terancam Krisis Air Bersih, Warga Kaliwining Mulai Andalkan Bantuan Pemerintah
JEMBER, 06 NOVEMBER 2026 – Dampak bencana kekeringan masih dirasakan masyarakat Kabupaten Jember. Kali ini, sebanyak 120 kepala keluarga (KK) di Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, membutuhkan bantuan air bersih setelah sumber air sumur warga mulai mengering dan sebagian lainnya mengalami penurunan kualitas.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih pada Jumat (6/11/2026). Dalam pendistribusian ke-23 ini, BPBD bersama Perumdam Tirta Pandalungan menyalurkan sebanyak 5.000 liter air bersih menggunakan tandon milik BPBD.
Berdasarkan hasil pemantauan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), krisis air bersih di wilayah tersebut mulai dirasakan sejak akhir Juli 2026. Penurunan ketersediaan air semakin berdampak karena sebagian wilayah RW 13 belum memiliki jaringan pipanisasi, sehingga masyarakat masih bergantung pada sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi semakin memprihatinkan ketika sejumlah sumur warga mulai mengering. Sementara sumur yang masih memiliki air sebagian mengeluarkan bau kurang sedap. Warga pun terpaksa mencari sumber air alternatif di sumur bor terdekat dengan jarak sekitar satu kilometer.
Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan mandi, sebagian masyarakat memanfaatkan aliran Sungai Bedadung. Namun, kondisi air sungai yang keruh serta debitnya yang mulai berkurang membuat pemenuhan kebutuhan air bersih semakin sulit.
Petugas TRC-PB BPBD Kabupaten Jember, Septa Tri Satya Budi, menjelaskan bahwa hasil pendataan di lapangan menunjukkan sedikitnya 120 KK terdampak kekeringan yang tersebar di empat RT.
“Sebanyak 120 kepala keluarga terdampak kekeringan di Dusun Bedadung. Kondisi sumur warga di beberapa wilayah mulai mengering, bahkan air yang masih tersedia sudah berbau kurang sedap. Karena itu, masyarakat membutuhkan dukungan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Septa.
Rinciannya, sebanyak 40 KK dari 75 KK di RT 07/RW 13 terdampak, kemudian 20 KK dari 70 KK di RT 08/RW 13, serta 40 KK dari 65 KK di RT 09/RW 13. Sementara di RT 11/RW 14, terdapat sekitar 20 KK dari total 50 KK yang turut mengalami dampak kekeringan.
Dalam kegiatan tersebut, TRC-PB BPBD Kabupaten Jember juga melakukan koordinasi dengan perangkat desa, pendampingan pendistribusian air bersih bersama Perumdam Tirta Pandalungan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi dan upaya menghadapi bencana kekeringan.
Untuk memperkuat penanganan, BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter dilakukan setiap empat hari sekali. Saat ini, telah tersedia tiga unit tandon milik BPBD serta satu unit tandon hibah BPBD yang ditempatkan di rumah kepala dusun guna mempermudah penyaluran air kepada masyarakat.
Di sisi lain, kondisi wilayah RT 05 dan RT 06 dilaporkan relatif aman karena telah terjangkau jaringan PDAM. Sementara itu, warga di RT 07, RT 08, RT 09 RW 13 serta RT 11 RW 14 masih membutuhkan perhatian karena kondisi sumber air yang terus menurun.
BPBD Kabupaten Jember akan meneruskan rekomendasi penanganan kepada dinas terkait agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus mendorong langkah penanganan lanjutan terhadap dampak kekeringan.
Pendistribusian ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih di tengah kondisi siaga darurat kekeringan, kebakaran hutan, dan lahan tahun 2026. (bob)