145 Ribu Liter Air Sudah Disalurkan, 77 KK di Sumberjeruk Jember Masih Hadapi Kekeringan
- 22 September 2026
- Dibaca 43 Kali
Bagikan Via:
145 Ribu Liter Air Sudah Disalurkan, 77 KK di Sumberjeruk Jember Masih Hadapi Kekeringan
JEMBER, 22 SEPTEMBER 2026 – Krisis air bersih akibat musim kemarau masih dirasakan warga Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, Jember. Sebanyak 77 kepala keluarga (KK) di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring masih membutuhkan pasokan air bersih, meski distribusi bantuan telah dilakukan berulang kali.
Pada Senin, 21 September 2026, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih dalam kegiatan distribusi ke-29 di wilayah tersebut. Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan ke sejumlah tandon yang telah tersedia dan warga yang terdampak kekeringan.
Jika dihitung secara keseluruhan, hingga 21 September 2026 bantuan air bersih yang telah disalurkan tercatat mencapai 145.000 liter. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan air masyarakat di wilayah terdampak masih memerlukan penanganan secara berkala selama musim kemarau berlangsung.
Berdasarkan hasil asesmen pada hari yang sama, warga yang membutuhkan air bersih tersebar di dua dusun.
Di Dusun Kidul, terdapat sekitar 20 KK dari total 145 KK di RT 01/RW 08 yang membutuhkan bantuan air bersih. Sementara di RT 01/RW 06, sekitar 15 KK dari total 25 KK juga terdampak.
Sedangkan di Dusun Karangpring, kebutuhan air bersih tercatat di RT 02/RW 01 sebanyak sekitar 22 KK dari total 220 KK. Kemudian di RT 03/RW 01 terdapat sekitar 20 KK dari total 80 KK yang membutuhkan pasokan air.
Secara keseluruhan, data asesmen mencatat sekitar 77 KK terdampak dan membutuhkan dukungan air bersih.
TRC BPBD Jember, Septa Tri Satya Budi mengatakan, distribusi dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Distribusi air bersih dilakukan sebagai tindak lanjut hasil asesmen di lapangan, karena sebagian warga masih mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari akibat dampak musim kemarau,” ujar Septa.
Tim BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Petugas kemudian melakukan koordinasi sekaligus menyalurkan bantuan air bersih ke tandon-tandon yang tersedia serta kepada warga terdampak. Setelah seluruh kegiatan selesai, tim kembali ke Mako BPBD Jember sekitar pukul 12.00 WIB.
Distribusi tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan bantuan air bersih Desa Sumberjeruk serta hasil asesmen TRC BPBD. Penanganan juga dilakukan dalam kerangka Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026 berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026.
BPBD merekomendasikan agar distribusi air bersih tetap dilakukan secara berkala, yakni setiap tiga hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Pola tersebut disiapkan untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama kondisi kekeringan masih terjadi.
Kegiatan distribusi melibatkan BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, RT/RW, serta masyarakat setempat. Proses penyaluran berlangsung lancar, aman, dan kondusif tanpa kendala berarti.
Dengan telah tersalurkannya 145.000 liter air hingga 21 September, penanganan kekeringan di Sumberjeruk menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan air masih membutuhkan respons berkelanjutan. Distribusi bantuan menjadi langkah pemenuhan kebutuhan dasar warga, sembari penanganan lebih lanjut terhadap dampak kekeringan terus dilakukan. (bob)