Korve Rutin BPBD Jember Jadi Wujud EcoOffice, ASN Diajak Memulai Budaya Kelola Sampah dari Kantor
- 10 Juli 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Korve Rutin BPBD Jember Jadi Wujud EcoOffice, ASN Diajak Memulai Budaya Kelola Sampah dari Kantor
JEMBER, 10 JULI 2026 - Seluruh pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mengikuti kegiatan korve (kerja bakti) rutin di lingkungan kantor, Jumat, 10 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti seluruh karyawan tanpa terkecuali itu menjadi bagian dari komitmen BPBD Jember dalam mendukung gerakan pengelolaan sampah mandiri di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) sekaligus mewujudkan budaya kerja yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Korve diawali dengan membersihkan seluruh area perkantoran, mulai dari halaman, ruang kerja, saluran air, gudang peralatan, hingga penataan sarana dan prasarana penunjang operasional kebencanaan. Selain menjaga kebersihan lingkungan kerja, seluruh pegawai juga melakukan pemilahan sampah organik dan nonorganik sesuai ketentuan yang telah diterapkan di lingkungan kantor.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi Surat Edaran Bupati Jember Nomor 100.3.4.2/441/35.09.313/2026 tentang Pengelolaan Sampah Mandiri di lingkungan pemerintah daerah. Melalui kebijakan itu, seluruh OPD diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memiliki tempat penampungan sampah sementara, serta mengelola sampah secara mandiri.
Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian BPBD Jember, Bandot Bisowarno, mengatakan bahwa korve bukan sekadar agenda rutin menjaga kebersihan kantor, tetapi juga menjadi sarana membangun kedisiplinan aparatur sipil negara dalam menerapkan budaya pengelolaan sampah dari sumbernya.
"BPBD Jember berkomitmen menjadi contoh bagi masyarakat melalui lingkungan kerja yang bersih dan tertata. Budaya memilah sampah harus dimulai dari kantor sehingga nantinya dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan di lingkungan rumah maupun masyarakat luas," ujarnya.
Menurut Bandot, penerapan konsep EcoOffice di BPBD Jember dilakukan secara bertahap melalui penyediaan tempat sampah terpilah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam setiap kegiatan, serta pembiasaan seluruh pegawai untuk memilah sampah setiap hari.
Langkah tersebut juga mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Jember mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari yang kini menghadapi keterbatasan kapasitas. Sampah organik diarahkan untuk diolah menjadi kompos maupun eco-enzyme, sedangkan sampah nonorganik dipilah agar dapat didaur ulang atau disalurkan ke bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi.
Melalui korve rutin yang dilaksanakan setiap pekan, BPBD Jember berharap budaya menjaga kebersihan, disiplin memilah sampah, dan mengurangi timbulan limbah dapat terus tumbuh di kalangan ASN. Dengan demikian, instansi pemerintah tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi teladan dalam mewujudkan Jember yang bersih, sehat, dan berwawasan lingkungan. (tgh)