logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

155 KK di Jatian Jember Krisis Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi Tiap Empat Hari

  • 23 Oktober 2026
  • Dibaca 27 Kali
Bagikan Via:
155-kk-di-jatian-jember-krisis-air-bersih-bpbd-siapkan-distribusi-tiap-empat-hari-20261023

155 KK di Jatian Jember Krisis Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi Tiap Empat Hari

JEMBER, 23 OKTOBER 2026 – Krisis air bersih masih dirasakan 155 kepala keluarga (KK) di Dusun Jatian, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyalurkan bantuan air bersih secara berkala.

Distribusi perdana dilakukan Kamis, 22 Oktober 2026. Sebanyak 5.000 liter air bersih dikirim menggunakan satu unit truk tangki untuk memenuhi kebutuhan warga di empat wilayah RT.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Agus Shofarudin, mengatakan distribusi dilakukan berdasarkan hasil asesmen petugas pada 20 Oktober 2026.

“Dari hasil asesmen, terdapat 155 KK yang membutuhkan air bersih. Karena itu, kami melakukan distribusi awal dan merekomendasikan penyaluran secara berkala,” ujar Farud.

Berdasarkan pendataan, kebutuhan air bersih tersebar di RT 01/RW 05 sebanyak 45 KK, RT 02/RW 05 sebanyak 30 KK, RT 01/RW 06 sebanyak 40 KK, dan RT 02/RW 06 sebanyak 40 KK.

Kondisi tersebut sebelumnya dilaporkan Pemerintah Desa Sumberpinang melalui surat permohonan bantuan tandon air dan air bersih. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti BPBD dengan melakukan asesmen lapangan untuk mengetahui kebutuhan warga.

Selain mengirim 5.000 liter air, BPBD juga memberikan empat unit tandon air. Tandon tersebut disiapkan sebagai tempat penampungan sehingga air yang didistribusikan dapat digunakan warga secara lebih teratur.

Petugas BPBD berangkat menuju lokasi pada pukul 08.30 WIB dan tiba sekitar pukul 09.00 WIB. Distribusi air kemudian dilakukan bersama pemerintah desa, kepala dusun, RT/RW, dan warga. Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB.

Farud mengatakan, BPBD merekomendasikan distribusi air dilakukan setiap empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Pola tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan warga di lapangan.

“Rekomendasi kami, distribusi dilakukan empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter. Kondisi warga akan terus dipantau agar bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan,” katanya.

BPBD juga mendorong koordinasi dengan dinas terkait untuk penanganan lebih lanjut, sehingga persoalan kekurangan air tidak hanya ditangani melalui distribusi bantuan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah penanganan pascakejadian.

Dalam kegiatan tersebut tidak ditemukan kendala. BPBD bersama unsur pemerintah desa dan masyarakat akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi ketersediaan air di wilayah Jatian.

Penyaluran air bersih ini menjadi langkah awal untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama sumber air belum mencukupi kebutuhan masyarakat. (tgh)

Galeri Foto