70 Titik Inlet Jadi Sasaran, DPUPR Jember Perkuat Antisipasi Genangan di Jalan Jawa
- 27 September 2026
- Dibaca 25 Kali
Bagikan Via:
70 Titik Inlet Jadi Sasaran, DPUPR Jember Perkuat Antisipasi Genangan di Jalan Jawa
JEMBER, 27 SEPTEMBER 2026 - Upaya menjaga kelancaran sistem drainase perkotaan terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC). Kali ini, petugas melakukan kegiatan normalisasi dan pembersihan saluran drainase di sepanjang Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik yang dinilai berpotensi menghambat aliran air, terutama inlet atau lubang masuk air menuju saluran drainase.
Dalam kegiatan tersebut, Tim URC melakukan pembersihan pada 70 titik inlet yang ditemukan dalam kondisi tersumbat oleh berbagai material pada Sabtu, 26 September 2026. Endapan tanah, pasir, sampah, daun kering, serta material lain yang terbawa dari permukaan jalan menjadi salah satu penyebab berkurangnya kemampuan inlet dalam menerima aliran air. Jika kondisi tersebut dibiarkan, air hujan berpotensi tidak segera masuk ke saluran dan kemudian menggenang di badan jalan.
Pembersihan dilakukan secara langsung oleh petugas dengan menggunakan peralatan manual. Material yang menutup bagian inlet diangkat dan dikeluarkan agar jalur masuk air kembali terbuka. Selain membersihkan bagian inlet, petugas juga melakukan normalisasi pada bagian drainase yang mengalami penumpukan material. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan air dapat mengalir lebih lancar dari permukaan jalan menuju saluran pembuangan.
Kondisi drainase menjadi salah satu perhatian penting, terutama ketika memasuki periode dengan curah hujan yang tinggi. Jalan Jawa sebagai salah satu ruas yang cukup ramai digunakan masyarakat memiliki aktivitas kendaraan dan kegiatan di sepanjang kawasan tersebut. Kondisi lingkungan seperti itu membuat saluran drainase mudah menerima berbagai material dari permukaan jalan yang pada akhirnya dapat terbawa masuk ke dalam inlet.
Korwil Kota DPUPR Kabupaten Jember, Sariyanto, menjelaskan bahwa pembersihan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar saluran air tetap berfungsi ketika hujan turun. Menurutnya, keberadaan inlet sangat penting karena menjadi jalur awal masuknya air dari permukaan jalan menuju jaringan drainase.
“Pembersihan ini kami lakukan untuk membuka kembali inlet yang tersumbat. Ada sekitar 70 titik yang kami bersihkan di Jalan Jawa. Harapannya, saat hujan turun air dari permukaan jalan bisa lebih cepat masuk ke saluran sehingga potensi terjadinya genangan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi inlet dan drainase perlu mendapatkan perhatian secara berkala. Menurutnya, persoalan genangan tidak hanya berkaitan dengan kapasitas saluran, tetapi juga dengan kondisi jalur masuk air. Ketika inlet tertutup material, air yang seharusnya langsung masuk ke drainase justru tertahan di permukaan jalan.
“Kadang salurannya masih bisa mengalir, tetapi kalau inlet-nya tertutup sampah atau endapan, air tetap tidak bisa masuk dengan baik. Karena itu, bagian inlet juga harus rutin dibersihkan,” lanjutnya.
Kegiatan normalisasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pembersihan material yang terlihat di permukaan. Petugas juga memeriksa bagian saluran yang berada di sekitar inlet untuk mengetahui apakah terdapat endapan atau material lain yang dapat mengganggu aliran. Apabila ditemukan penumpukan, petugas melakukan pengangkatan secara bertahap hingga jalur air kembali terbuka.
Di sejumlah titik, proses pengerjaan dilakukan dengan kondisi saluran yang berada berdekatan dengan badan jalan dan trotoar. Petugas harus bekerja secara hati-hati agar proses pembersihan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan. Material hasil pengerukan kemudian dikumpulkan dan diangkut menggunakan peralatan yang tersedia sehingga tidak kembali masuk ke saluran.
Menurut Sariyanto, penanganan drainase tidak cukup dilakukan setelah terjadi genangan. Upaya pencegahan melalui pemeliharaan secara rutin menjadi bagian penting untuk menjaga fungsi jaringan drainase. Karena itu, titik-titik yang memiliki potensi penyumbatan perlu mendapat perhatian sebelum memasuki kondisi hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami berusaha melakukan penanganan sebelum muncul persoalan yang lebih besar. Kalau inlet dan salurannya bersih, air mempunyai jalur untuk mengalir. Ini bagian dari pemeliharaan supaya fungsi drainase tetap berjalan,” ungkap Sariyanto.
Selain faktor endapan dan sampah, kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga turut memengaruhi kondisi drainase. Sampah yang berada di sekitar badan jalan dapat terbawa air hujan dan masuk ke dalam inlet. Dalam jangka waktu tertentu, material tersebut dapat menumpuk dan mengurangi luas bukaan sehingga aliran air menjadi semakin lambat.
Oleh sebab itu, pemeliharaan infrastruktur drainase perlu berjalan beriringan dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Inlet yang sudah dibersihkan akan lebih mudah kembali tersumbat apabila sampah dan material lain terus masuk ke dalam saluran.
Kegiatan di Jalan Jawa menjadi bagian dari respons Tim URC DPUPR Kabupaten Jember dalam menangani persoalan infrastruktur yang berkaitan dengan kelancaran drainase. Tim di lapangan melakukan pemantauan terhadap kondisi saluran dan titik-titik yang membutuhkan penanganan. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga infrastruktur jalan agar tetap dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat. (yan)