logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

94 Hektare Hutan Meru Betiri Jember Terbakar, Warga Curahnongko Panik Api Mendekat

  • 11 September 2026
  • Dibaca 191 Kali
Bagikan Via:
94-hektare-hutan-meru-betiri-jember-terbakar-warga-curahnongko-panik-api-mendekat-20260911

94 Hektare Hutan Meru Betiri Jember Terbakar, Warga Curahnongko Panik Api Mendekat

JEMBER, 11 SEPTEMBER 2026 – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) di Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kebakaran berlangsung sejak Selasa, 08 September 2026 hingga Jumat, 11 September 2026 dan membakar lahan seluas sekitar 94,01 hektar.

Tim gabungan berhasil memadamkan api yang berada di wilayah barat kawasan hutan Desa Curahnongko pada Jumat pukul 14.23 WIB. Namun, sebelum berhasil dikendalikan, kobaran api sempat mendekati permukiman warga dengan jarak sekitar 100 meter.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember, M. Zaenudin Permana, mengatakan kebakaran terjadi di kawasan hutan yang mencakup Dusun Krajan, Desa Curahnongko, serta Dusun Krajan 2, Desa Andongrejo.

Kebakaran awalnya diketahui dari bagian barat kawasan hutan dan lahan Desa Curahnongko. Api kemudian menjalar dan membakar dedaunan kering, ilalang, serta tanaman rambat,” kata Zaenudin dalam laporan perkembangan karhutla, Jumat, 11 September 2026.

Menurut dia, kondisi angin yang cukup kencang membuat api cepat merambat. Upaya pemadaman juga menghadapi kendala medan karena akses menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Menuju titik api harus ditempuh dengan berjalan kaki karena medannya menanjak,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan secara manual. Pada Jumat pukul 10.02 WIB, Tim Resort TNMB Andongrejo melakukan pemadaman. Sekitar pukul 11.08 WIB, TRC-PB BPBD Jember tiba di lokasi dan berkoordinasi dengan petugas resort.

Tim BPBD kemudian melakukan pemantauan dari Dusun Krajan 2, Desa Andongrejo, sekaligus melakukan asesmen terhadap kondisi kebakaran.

Situasi menjadi perhatian ketika api bergerak mendekati permukiman warga di RW 11 Dusun Krajan, Desa Curahnongko. Pada pukul 13.16 WIB, Muspika Tempurejo bersama pemerintah desa dan warga melakukan pemadaman manual untuk mencegah kobaran api masuk ke permukiman.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada pukul 14.23 WIB, tim gabungan berhasil memadamkan api. Setelah itu, petugas melakukan asesmen dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Asap kebakaran juga sempat mengganggu warga Dusun Krajan. Sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan dan mata terasa perih akibat kepulan asap dari kawasan hutan yang terbakar.

Hingga Jumat sore, kondisi di sekitar lokasi dinyatakan aman, terkendali, dan kondusif. Tim TRC-PB BPBD Jember kembali ke markas pada pukul 16.00 WIB setelah memastikan kondisi di lapangan relatif aman.

BPBD Jember bersama TNMB dan unsur terkait akan melanjutkan pemantauan selama musim kemarau. Patroli berkala juga direkomendasikan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau tidak melakukan pembakaran lahan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api untuk mempercepat penanganan.

Pemadaman melibatkan BPBD Jember, Resort TNMB Andongrejo, Muspika Tempurejo, Polsek, Koramil, Satpol PP, pemerintah desa, kepala dusun, serta masyarakat setempat. (tgh)

Galeri Foto