logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Air Mulai Menipis, BPBD Jember Temukan 90 Persen Sumur Warga Jatian Pakusari Hampir Kering

  • 09 September 2026
  • Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
air-mulai-menipis-bpbd-jember-temukan-90-persen-sumur-warga-jatian-pakusari-hampir-kering-20260909

Air Mulai Menipis, BPBD Jember Temukan 90 Persen Sumur Warga Jatian Pakusari Hampir Kering

JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 - Memasuki musim kemarau, warga Dusun Krajan, Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, mulai menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi tersebut semakin terasa setelah sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit hingga sebagian besar dasar sumur mulai terlihat.

BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen bencana kekeringan di wilayah tersebut pada Rabu, 09 September 2026. Asesmen dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan bantuan air bersih dari Kecamatan Pakusari sekaligus sebagai bagian dari penanganan kekeringan berdasarkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

Kondisi kekeringan di Dusun Krajan dilaporkan mulai terjadi sejak awal Agustus 2026. Sumber air alternatif terdekat berupa sumber alami yang berada di sekitar area persawahan berjarak sekitar 300 meter dari permukiman. Namun, memasuki musim kemarau, debit sumber tersebut mulai mengecil sehingga belum mampu menjadi sumber air yang dapat diandalkan bagi warga.

Hasil pemeriksaan BPBD menunjukkan kondisi paling membutuhkan perhatian berada di RT 02/RW 08. Dari sekitar 129 kepala keluarga, kurang lebih 50 KK mengalami kebutuhan air bersih. Tim juga menemukan kondisi delapan sumur warga di wilayah tersebut yang sekitar 90 persennya sudah memperlihatkan dasar sumur. Sebagian sumur bahkan dilaporkan mulai mengeluarkan bau.

Sementara itu, kondisi berbeda ditemukan di RT 01/RW 10 dan RT 02/RW 10. Kebutuhan air untuk minum di kedua wilayah tersebut masih tercukupi dan situasi relatif aman terkendali. Namun, warga masih membutuhkan tambahan air untuk keperluan mandi dan mencuci.

Selain sumber alami, warga juga memiliki akses menuju sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari permukiman. Akan tetapi, kondisi air sungai tersebut dinilai tidak layak untuk dikonsumsi sehingga tidak dapat dijadikan solusi utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

TRC BPBD Jember bergerak menuju lokasi sejak pukul 09.00 WIB untuk melakukan koordinasi, asesmen, dokumentasi, pengecekan sumur warga, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kondisi kekeringan. Pemeriksaan terhadap jaringan pipanisasi belum dapat dilakukan secara langsung karena pada saat asesmen berlangsung kondisi listrik sedang padam.

Menurut M. Qoidul Umam, TRC BPBD Jember, hasil asesmen menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih mulai dirasakan warga seiring menurunnya debit sumber air dan kondisi sumur yang semakin mengering.

“Dari hasil pengecekan, sumber air alternatif masih ada, tetapi debitnya sudah kecil. Kondisi beberapa sumur warga juga menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, sehingga diperlukan langkah penanganan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar M. Qoidul Umam.

Berdasarkan hasil asesmen tersebut, BPBD Jember merekomendasikan pendistribusian air bersih menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali. Selain itu, direkomendasikan penempatan dua unit tandon air dengan kapasitas masing-masing sekitar 1.200 liter di lokasi terdampak agar air yang didistribusikan dapat ditampung dan dimanfaatkan warga secara lebih mudah.

BPBD Jember bersama Pemerintah Desa Jatian dan perangkat RT/RW akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah tersebut. Langkah distribusi air bersih diharapkan dapat dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga, khususnya sekitar 50 KK di RT 02/RW 08 yang saat ini paling terdampak kekeringan.

Dengan kondisi musim kemarau yang masih berlangsung, pemantauan terhadap sumber air dan sumur warga menjadi penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (bob)

Galeri Foto