logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Ancam Keselamatan Ibu dan Picu Stunting, Puskesmas Mayang Ingatkan Bahaya Pernikahan Anak

  • 17 September 2026
  • Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
ancam-keselamatan-ibu-dan-picu-stunting-puskesmas-mayang-ingatkan-bahaya-pernikahan-anak-20260917

Ancam Keselamatan Ibu dan Picu Stunting, Puskesmas Mayang Ingatkan Bahaya Pernikahan Anak

SIDOMUKTI, 17 September 2026 – Pernikahan usia anak dan nikah siri bukan sekadar persoalan administratif atau pelanggaran hukum belaka, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan jiwa ibu dan janin. Peringatan keras ini mengemuka dalam Pelatihan Forum Sigap Dini bertajuk "Pencegahan Perilaku Berisiko dan Pernikahan Anak" yang digelar di Balai Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, pada Kamis (17/9/2026).

Kegiatan edukatif yang digagas oleh mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) bersama Pemerintah Desa Sidomukti ini diikuti 30 peserta kunci, mulai dari perwakilan siswa-siswi SMP se-Desa Sidomukti, Forum Sigap Dini, hingga Penghulu Desa Sidomukti.

Hadir membedah sisi medis, narasumber dari Puskesmas Mayang menjelaskan secara mendalam bahwa organ reproduksi remaja belum siap secara biologis untuk mengandung dan melahirkan. Kondisi medis ini menempatkan ibu muda pada risiko tinggi pendarahan saat persalinan, anemia berat, hingga peluang besar melahirkan bayi stunting atau prematur. Tak hanya itu, peserta juga dibukakan matanya mengenai ancaman kehamilan tak diinginkan (KTD) serta Penyakit Menular Seksual (PMS) akibat perilaku seks bebas.

Edukasi medis ini selaras dengan arahan Kepala Desa Sidomukti, Sunardi Hadi, yang menegaskan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental generasi muda demi masa depan desa.

"Anak-anak dan remaja adalah fondasi utama masa depan Desa Sidomukti. Kita tidak boleh membiarkan cita-cita mereka terhenti atau terenggut oleh pernikahan dini maupun pergaulan bebas. Langkah kolaboratif bersama mahasiswa UNEJ ini adalah perisai nyata untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing," ujar Sunardi.

Dukungan juga datang dari Kabid Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan, dan PUG Dinsos PPPA Kabupaten Jember, dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M. Beliau mengingatkan pentingnya pengawasan orang tua, terutama dalam penggunaan gadget serta mensosialisasikan kanal pengaduan resmi "Wadul Guse" untuk mencegah segala bentuk kekerasan dan pernikahan anak.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan mampu melahirkan benteng perlindungan yang kokoh, demi memastikan setiap anak di Desa Sidomukti tumbuh sehat, terlindungi, dan siap meraih cita-citanya. (ysf)

Galeri Foto