logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Angin Kencang dan Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Jember, BPBD Imbau Warga Waspada

  • 10 April 2026
  • Dibaca 409 Kali
Bagikan Via:
angin-kencang-dan-banjir-terjang-tiga-kecamatan-di-jember-bpbd-imbau-warga-waspada-20260410

Angin Kencang dan Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Jember, BPBD Imbau Warga Waspada

JEMBER, 09 APRIL 2026 – Bencana angin kencang yang disertai hujan lebat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember pada Kamis, 09 April 2026 sore, mengakibatkan kerusakan rumah warga, pohon tumbang, serta banjir genangan di beberapa titik. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan berdampak pada tiga kecamatan, yakni Sumbersari, Kaliwates, dan Sukowono.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, total terdapat 15 rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat terpaan angin kencang. Selain itu, tercatat 11 pohon tumbang, dua tiang listrik roboh, serta satu fasilitas umum berupa mushola turut terdampak. Sementara itu, banjir genangan menyebabkan gangguan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama.

Di Kecamatan Sumbersari, dampak terparah terjadi di Kelurahan Antirogo. Sejumlah pohon tumbang menutup akses jalan di kawasan Jalan Koptu Berlian, bahkan beberapa di antaranya menimpa rumah warga. Sedikitnya delapan rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Selain itu, dua tiang listrik dilaporkan roboh akibat terpaan angin kencang, sehingga sempat mengganggu aliran listrik di wilayah tersebut.

Di Kecamatan Kaliwates, pohon tumbang juga terjadi di kawasan Kelurahan Mangli, tepatnya di depan pom bensin setempat, yang sempat menghambat akses kendaraan. Sementara itu, banjir genangan terjadi di Kelurahan Kepatihan dengan ketinggian air mencapai sekitar 40 cm dan merendam rumah milik seorang warga bernama Nur Hasanah (58).

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Sukowono. Di Desa Sukosari dan Desa Balet Baru, total tujuh rumah warga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Selain itu, satu mushola di Dusun Deklekor turut terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember langsung diterjunkan ke lokasi kejadian sejak pukul 15.30 WIB dengan membagi tim menjadi tiga kelompok. Mereka melakukan kaji cepat, pemotongan pohon tumbang, pengaturan lalu lintas, serta pengamanan lokasi terdampak. Penanganan berlangsung hingga malam hari dan sebagian besar akses jalan yang sempat tertutup kini sudah dapat dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Salah Tim TRC BPBD Jember, Didi Teguh, menyampaikan bahwa kondisi saat ini relatif terkendali meskipun masih ada beberapa titik yang memerlukan penanganan lanjutan. “Sebagian besar pohon tumbang sudah berhasil ditangani, namun masih ada beberapa yang menimpa rumah warga dan akan dilanjutkan proses evakuasinya. Kami juga terus berkoordinasi dengan PLN terkait perbaikan tiang listrik yang roboh,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. “Kami mengingatkan warga agar berhati-hati, terutama saat hujan disertai angin kencang. Hindari berteduh di bawah pohon besar dan perhatikan kondisi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Saat ini, banjir genangan di sejumlah titik telah surut dan arus lalu lintas kembali normal. BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan distribusi logistik bagi warga terdampak serta percepatan penanganan pascabencana oleh dinas terkait. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan kondisi di wilayah terdampak.

Galeri Foto