Membumikan Tradisi, Sholawat Kampoeng di Sukogidri Jadi Ajang Rekat Sosial Warga Jember
- 17 Maret 2026
- Dibaca 194 Kali
Bagikan Via:
Membumikan Tradisi, Sholawat Kampoeng di Sukogidri Jadi Ajang Rekat Sosial Warga Jember
JEMBER, 17 MARET 2026 – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Balai Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo, Jember, pada Selasa 17 Maret 2026. Melalui program "Gus Sapa Ramadhan", masyarakat setempat berkumpul dalam tajuk "Sholawat Kampoeng" untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H.
Acara dibuka dengan penampilan grup hadroh yang membawakan lantunan sholawat secara merdu. Paduan suara rebana dan lantunan doa dari para jamaah menciptakan atmosfer spiritual yang kental, membawa kekhusyukan bagi setiap warga yang hadir.
Kegiatan ini menjadi magnet bagi berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga warga umum. Selain sebagai sarana ibadah, agenda ini dirancang sebagai jembatan silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan masyarakat pedesaan.
Antusiasme warga terlihat jelas, salah satunya diungkapkan oleh Triyono, seorang jamaah yang hadir. Ia mengaku sangat mengapresiasi konsep acara yang merakyat ini.
"Alhamdulillah, acaranya bagus dan suasananya 'adem'. Ini jadi kesempatan buat kumpul bareng warga sekaligus silaturahmi dengan tetangga yang jarang bertemu. Harapannya, kegiatan seperti ini rutin diadakan," tutur Triyono.
Konsep "Sholawat Kampoeng" sengaja diusung untuk mengangkat nilai-nilai tradisi lokal yang dipadukan dengan nafas religius. Pendekatan yang sederhana namun bermakna ini terbukti lebih mudah diterima oleh berbagai lapisan generasi di tingkat desa.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda Bupati Jember, Muhammad Fawait, bertajuk “Gus Sapa Ramadhan”. Sejumlah desa dan kecamatan juga telah dikunjungi oleh bupati pada agenda yang sama, sebelumnya.
Lebih dari sekadar seremonial, momentum Ramadhan ini dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial dan hubungan harmonis antarwarga. Pemerintah Kabupaten Jember optimistis bahwa kegiatan Gus Sapa Ramadhan dapat menjadi wadah komunikasi yang efektif guna menyerap aspirasi sekaligus mempererat kedekatan dengan masyarakat.
Program ini diharapkan terus berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara nilai spiritualitas dan penguatan kohesi sosial di tengah masyarakat Jember. (bhi)