Antisipasi Banjir, ASN Kelurahan Jumerto Nyebur Selokan Bersihkan Lumpur
- 23 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Antisipasi Banjir, ASN Kelurahan Jumerto Nyebur Selokan Bersihkan Lumpur
JEMBER, 23 OKTOBER 2026 - Sepatu bot menjadi andalan. Cangkul dan penggaruk sampah berpindah tangan. Tak hanya berdiri memberi arahan, jajaran Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, turun langsung membersihkan selokan di sekitar masjid depan kantor kelurahan.
Endapan lumpur, sampah plastik, hingga rumput liar menjadi sasaran kerja bakti yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut. Aksi ini dilakukan untuk memastikan saluran air tetap berfungsi optimal sekaligus mengantisipasi potensi genangan saat curah hujan meningkat.
Di tengah aktivitas mengeruk lumpur dan mengangkut sampah, suasana kerja bakti berlangsung cair. Para aparatur sipil negara (ASN) dan staf kelurahan bahu-membahu membersihkan saluran. Sesekali, kelakar terdengar di sela pekerjaan yang menguras tenaga.
Tak sedikit yang harus berhadapan langsung dengan air keruh dan lumpur hitam demi mengangkat endapan membandel di dasar selokan. Pakaian santai yang dikenakan seolah menegaskan bahwa pagi itu mereka datang bukan untuk menjalankan rutinitas pelayanan di balik meja, melainkan bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
Sekretaris Kelurahan Jumerto Retno Pujiastutik, S.E., bersama Kasi PMKS Suhandari, S.Sos., Kasi Pelum Fitdatun Hosi'in, S.Ak., serta staf Holik, Kusniati, dan Maksun turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Lurah Jumerto, Nurie Hadiyatie, S.E., mengapresiasi kekompakan jajarannya yang bersedia turun langsung membersihkan fasilitas umum. Menurut dia, kebersihan lingkungan perlu dijaga bersama, terlebih saluran air memiliki peran penting dalam mengurangi risiko genangan.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan bersih-bersih selokan di depan masjid ini, kami ingin memastikan aliran air lancar serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga Jumerto,” ujar Nurie, Jum'at 23 Oktober 2026.
Pembersihan saluran tersebut menjadi langkah preventif menghadapi potensi genangan dan banjir ketika hujan turun. Lumpur dan sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air sehingga perlu dibersihkan secara berkala.
Namun, pekerjaan itu tidak cukup berhenti pada kegiatan kerja bakti. Kesadaran masyarakat untuk menjaga saluran tetap bersih juga menjadi faktor penting agar sampah tidak kembali menumpuk setelah dibersihkan.
Karena itu, Pemerintah Kelurahan Jumerto berharap aksi tersebut dapat menjadi contoh bagi warga sekitar untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan ke selokan.
Bagi jajaran kelurahan, gotong royong ini bukan sekadar membersihkan saluran air. Ada pesan yang ingin disampaikan: menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama, dan perubahan bisa dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara kolektif.
Selokan yang bersih mungkin terlihat sepele. Namun, dari saluran air yang terawat, lingkungan permukiman dapat lebih nyaman, risiko sumbatan bisa ditekan, dan warga memiliki ruang hidup yang lebih sehat.
Sebab, mencegah genangan tidak cukup menunggu air meluap. Ikhtiarnya dimulai sejak sampah dan lumpur dibersihkan, sebelum hujan datang. (Yud)