Antrean BBM Mengular di Rambipuji, Camat Sidak Dua SPBU: Warga Diminta Tak Panic Buying
- 09 September 2026
- Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
Antrean BBM Mengular di Rambipuji, Camat Sidak Dua SPBU: Warga Diminta Tak Panic Buying
JEMBER, 09 SEPTEMBER 2026 – Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih menjadi perhatian masyarakat. Hingga Rabu, 09 September 2026, antrean pembeli di SPBU Pecoro dan SPBU Rowotamtu masih terlihat panjang dan belum terurai.
Kondisi tersebut mendorong Camat Rambipuji, Prima Kusuma Dewi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua lokasi SPBU untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) secara langsung.
"Kedatangan kami bukan sekadar melihat panjangnya antrean, melainkan juga mengklarifikasi stok BBM dan pola pengiriman dari pihak pemasok," ujar Prima.
Di SPBU Pecoro, karyawan bernama Anton menjelaskan bahwa pasokan BBM masih berjalan normal. Pada Rabu pagi, pihaknya menerima pasokan 8.000 liter Pertalite yang dikirim malam sebelumnya, serta dijadwalkan menerima 8.000 liter lagi pada siang hari. Untuk jenis solar, stok yang tersedia mencapai sekitar 16.000 liter. Dalam kondisi biasa, penjualan harian di SPBU Pecoro rata-rata berada di angka 10.000 liter.
Kondisi serupa dialami SPBU Rowotamtu. Penanggung jawab SPBU, Tri Wahyu, menyampaikan bahwa pihaknya menerima pengiriman 16.000 liter Pertalite, 8.000 liter Pertamax, dan 8.000 liter solar pada hari yang sama.
Secara keseluruhan, pasokan BBM ke kedua SPBU sebenarnya berjalan normal. Namun, lonjakan pembelian secara berlebihan (panic buying) karena kekhawatiran masyarakat membuat pasokan harian cepat terserap dan memicu antrean panjang.
Menanggapi fenomena tersebut, Camat Rambipuji mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu kelangkaan.
"Masyarakat yang sedang mengantre kami imbau agar tidak panik. Stok BBM masih ada dan pengiriman berjalan normal. Beli secukupnya agar distribusi tetap merata dan antrean segera berkurang," tegas Prima.
Sidak ini menjadi langkah Pemerintah Kecamatan Rambipuji untuk memastikan keakuratan informasi ketersediaan BBM langsung dari sumbernya, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Diharapkan dengan komunikasi yang terbuka, situasi pengisian BBM di Rambipuji dapat segera kembali kondusif. (sai)