Bakesbangpol Jember Pantau Penataan Pasar Tanjung, Parkir dan Pelanggaran Arus Lalu Lintas Jadi Sorotan
- 12 Oktober 2026
- Dibaca 47 Kali
Bagikan Via:
Bakesbangpol Jember Pantau Penataan Pasar Tanjung, Parkir dan Pelanggaran Arus Lalu Lintas Jadi Sorotan
JEMBER, 11 Oktober 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember melalui pemantauan perkembangan Satgas Gabungan Penataan Kawasan Pasar Tanjung terus mendorong terciptanya ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan kepatuhan terhadap aturan penataan kawasan perdagangan. Dalam monitoring pada Minggu (11/10/2026), petugas masih menemukan sejumlah pelanggaran di Jalan Samanhudi, Jalan Untung Suropati, dan Jalan Wahidin.
Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tiga ruas jalan tersebut terpantau relatif kondusif. Arus lalu lintas juga masih berjalan lancar tanpa kemacetan signifikan. Namun, pelaksanaan penataan kawasan Pasar Tanjung dinilai masih membutuhkan pengawasan berkelanjutan, terutama saat aktivitas perdagangan mulai meningkat pada malam hari.
Monitoring dilakukan untuk memantau perkembangan aktivitas pedagang, pengaturan parkir, akses kendaraan, serta kepatuhan terhadap ketentuan penataan kawasan. Hasil pemantauan menjadi bahan evaluasi bagi Satgas Gabungan dalam menentukan langkah pengawasan dan penertiban selanjutnya.
Di Jalan Samanhudi, aktivitas perdagangan mulai meningkat pada malam hari. Pada pukul 18.37 WIB, petugas menemukan pedagang jeruk yang menggunakan area trotoar untuk berjualan. Kendaraan pikap milik pedagang juga ditemukan terparkir di sisi kanan jalan, tidak sesuai dengan arahan penempatan parkir di sisi kiri.
Memasuki pukul 20.06 WIB, kendaraan pikap mulai berdatangan untuk mendukung aktivitas perdagangan. Meski arus lalu lintas masih relatif lancar, petugas menemukan pengendara sepeda motor yang melawan arah. Kondisi serupa masih terlihat hingga pukul 22.45 WIB, ketika para pedagang telah beraktivitas di sepanjang ruas jalan tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan pasar perlu diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas dan penggunaan ruang jalan. Penggunaan trotoar untuk berjualan maupun perilaku melawan arus berpotensi mengurangi kenyamanan pejalan kaki serta meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, di Jalan Untung Suropati, situasi terpantau kondusif dengan arus lalu lintas relatif lancar. Namun, pada pukul 20.23 WIB, masih ditemukan banyak kendaraan parkir di area pertigaan Jalan Untung Suropati dan Jalan Samanhudi. Aktivitas pedagang pada titik tersebut relatif terbatas, meskipun sejumlah pedagang mulai berjualan menjelang pukul 22.38 WIB.
Adapun di Jalan Wahidin, pengaturan akses kendaraan menjadi perhatian utama. Pada pukul 18.21 WIB, petugas parkir Dinas Perhubungan terlihat mengatur kendaraan roda dua di sekitar pertigaan Jalan Wahidin dan Jalan Untung Suropati. Akses jalan ditutup menggunakan portal untuk memberikan ruang bagi pembeli yang berjalan kaki menuju kawasan perdagangan.
Meski demikian, pada pukul 18.58 WIB masih ditemukan pengendara sepeda motor yang menaiki kendaraannya di sepanjang Jalan Wahidin, padahal lokasi parkir telah disediakan. Pada pukul 20.31 WIB, aktivitas jual beli berlangsung seperti biasa dan arus lalu lintas terpantau lancar, tetapi sejumlah kendaraan masih memasuki kawasan tersebut.
Kondisi berbeda terlihat pada pukul 22.41 WIB. Jumlah pembeli mulai berkurang dan petugas parkir tidak terlihat di pertigaan Jalan Wahidin dan Jalan Untung Suropati. Situasi ini berpotensi membuka akses bagi kendaraan roda dua untuk memasuki kawasan perdagangan secara bebas.
Abdul Azis, S.H., staf Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Kabupaten Jember, menyampaikan bahwa monitoring merupakan bagian dari upaya memastikan pelaksanaan penataan kawasan Pasar Tanjung berjalan tertib serta tetap menjaga situasi kamtibmas.
“Pelaksanaan monitoring Satgas Gabungan Penataan Kawasan Pasar Tanjung menjadi langkah penting untuk melihat secara langsung perkembangan situasi di lapangan. Secara umum kondisi masih kondusif, tetapi sejumlah temuan menunjukkan bahwa pengawasan dan koordinasi antarinstansi perlu terus diperkuat agar ketentuan penataan dapat dipatuhi oleh pedagang maupun pengguna jalan,” ujarnya.
Menurutnya, penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan pengaturan lokasi perdagangan, tetapi juga menyangkut kelancaran lalu lintas, keselamatan masyarakat, dan ketersediaan ruang bagi pejalan kaki. Karena itu, konsistensi pengawasan perlu dijaga, terutama pada jam meningkatnya aktivitas pedagang dan pembeli.
Hasil monitoring juga menegaskan pentingnya pengaturan parkir, pengendalian akses kendaraan, serta sosialisasi aturan kepada para pedagang dan pengguna jalan. Pendekatan persuasif perlu dilakukan secara beriringan dengan penegakan ketentuan agar penataan kawasan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Bakesbangpol Jember melalui keterlibatannya dalam pemantauan Satgas Gabungan turut mendukung upaya menjaga stabilitas sosial dan ketertiban masyarakat selama proses penataan berlangsung. Koordinasi lintas instansi diharapkan mampu meminimalkan potensi gesekan kepentingan sekaligus mendorong terciptanya lingkungan perdagangan yang aman, tertib, dan nyaman.
Dengan pengawasan yang konsisten dan kepatuhan seluruh pihak, penataan kawasan Pasar Tanjung diharapkan dapat berjalan lebih optimal tanpa mengabaikan aktivitas ekonomi pedagang maupun hak pengguna jalan. Monitoring berkala akan menjadi bagian penting dalam mengevaluasi perkembangan situasi serta menentukan langkah tindak lanjut sesuai kebutuhan di lapangan.(but)