logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Banjir Luapan Rendam Dua Desa di Gumukmas, BPBD Jember Gerak Cepat Lakukan Penanganan dan Distribusi Bantuan

  • 10 Desember 2025
  • Dibaca 625 Kali
Bagikan Via:
banjir-luapan-rendam-dua-desa-di-gumukmas-bpbd-jember-gerak-cepat-lakukan-penanganan-dan-distribusi-bantuan-20251210

Banjir Luapan Rendam Dua Desa di Gumukmas, BPBD Jember Gerak Cepat Lakukan Penanganan dan Distribusi Bantuan

Perkembangan kejadian bencana banjir luapan yang terjadi di wilayah Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, pada 8–10 Desember 2025 terus dipantau secara intensif oleh BPBD Kabupaten Jember. Banjir ini mulai terjadi sejak Senin, 8 Desember 2025, akibat hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Jember sejak sore hingga dini hari. Kondisi tersebut menyebabkan naiknya debit air pada saluran irigasi atau afour Sungai Curah Ampel yang tidak mampu lagi menampung volume air sehingga meluap ke pemukiman dan akses jalan warga. Pada Rabu, 10 Desember 2025, pukul 17.55 WIB, BPBD Jember melaporkan update perkembangan situasi banjir sekaligus tindak lanjut penanganan yang telah dilakukan di lokasi terdampak.

Menurut kronologis yang dihimpun, banjir mulai terasa dampaknya pada Senin malam sekitar pukul 19.00 WIB ketika air mulai meluap ke jalan desa dengan ketinggian mencapai 30–70 cm. Pada Selasa pagi, air mulai masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian 20–40 cm, dan pada malam harinya kembali meningkat hingga mencapai 30–60 cm. Banjir tidak hanya menggenangi pemukiman, tetapi juga merendam jalan-jalan pedusunan sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat. Dari hasil pendataan awal, dua desa terdampak banjir cukup parah, yaitu Desa Bagorejo dan Desa Karangrejo, dengan total rumah terendam dan terpapar banjir mencapai lebih dari 150 kepala keluarga.

Di Desa Bagorejo, banjir merendam wilayah Dusun Krajan pada beberapa RT dengan ketinggian air mencapai 20–80 cm. Sebanyak 33 rumah terendam dan sekitar 32 rumah lainnya terpapar banjir. Dua kepala keluarga terdiri dari enam jiwa terpaksa mengungsi dan mendirikan tenda mandiri di tanggul sungai setempat. Di RT lainnya, beberapa rumah juga terendam meskipun dengan ketinggian air lebih rendah. Sementara itu, di Desa Karangrejo, banjir juga merendam halaman dan rumah warga di RW 08 dan RW 09 dengan ketinggian air mencapai 10–20 cm. Setidaknya 70 rumah di dua wilayah tersebut terdampak langsung luapan air dari sungai. Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak banjir tercatat 40 KK dengan rumah terendam dan 110 KK dengan rumah terpapar banjir.

Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, BPBD Kabupaten Jember bergerak cepat melakukan asesmen lapangan dan koordinasi dengan perangkat desa setempat. Pada Selasa, 9 Desember 2025, BPBD melakukan pendataan awal serta mendistribusikan bantuan logistik untuk kebutuhan dapur mandiri warga. Kegiatan berlanjut pada Rabu, 10 Desember 2025, mulai pukul 09.00 WIB dengan keberangkatan tim menuju lokasi terdampak. Setibanya pukul 11.00 WIB, tim langsung melakukan koordinasi bersama Kepala Desa, melakukan asesmen lanjutan, serta mendokumentasikan perkembangan situasi banjir. Tim juga mendistribusikan tambahan logistik berupa paket sembako, kompor, lauk pauk, makanan siap saji, alat kebersihan, alat pel, serta bantuan nasi bungkus dari dapur mandiri desa.

Selain distribusi bantuan, BPBD Jember juga melakukan pendirian tenda darurat untuk para pengungsi. Satu tenda didirikan di Desa Bagorejo, sementara dua tenda lainnya dipasang di rumah Kepala Desa untuk kebutuhan siaga. Sementara itu, PMI turut melakukan pendataan terkait kebutuhan wash (WASH: Water, Sanitation, and Hygiene) di wilayah terdampak. Dapur mandiri desa aktif menyalurkan nasi bungkus kepada warga mulai malam hingga siang hari dengan total lebih dari 500 porsi makanan dibagikan. Hingga pukul 17.55 WIB, air dilaporkan mulai surut sekitar 5–15 cm, meskipun beberapa titik di dekat sungai masih tergenang.

BPBD Jember merekomendasikan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi beberapa hari ke depan. Normalisasi sungai dan pemantauan lokasi banjir menjadi langkah penting yang disarankan untuk mencegah banjir susulan. Upaya penanganan ini melibatkan berbagai unsur seperti BPBD Jember, Muspika, Satpol PP, TNI, Polri, pemerintah desa, PMI, relawan Barat Daya, relawan Brandal Alas, serta warga sekitar. Selama proses penanganan berlangsung, tidak ditemukan kendala berarti dan seluruh kegiatan dapat berjalan lancar.

Galeri Foto